Di balik motor tuanya yang sering mogok, Abah Ruslan (56 tahun) menyimpan sejuta beban sebagai seorang ayah. Selama lima tahun, mengojek adalah satu-satunya tumpuan hidup Abah Ruslan demi menghidupi istri dan anak-anak yang masih bersekolah. Namun, jalanan sering kali tidak ramah bagi Abah. Dengan tarif hanya Rp10.000 hingga Rp15.000, Abah harus bertaruh nyawa di jalanan, meski tubuhnya kini tak lagi sekuat dulu.

Hingga setahun yang lalu, sebuah peristiwa di kamar mandi mengubah segalanya. Abah didiagnosis mengidap stroke ringan yang membuat cara bicaranya sulit dipahami dan tulang rusuknya sering terasa nyeri menusuk. Kondisi fisik yang menurun ini membuatnya sering mendapatkan perlakuan diskriminatif di pangkalan. Tak jarang, penumpang yang seharusnya ia bawa direbut secara paksa oleh tukang ojek lain. Mereka menganggap Abah tak lagi mampu, padahal di rumah, anak-anaknya sedang menanti kepulangan Abah dengan harapan membawa sesuap nasi.

Karena stroke yang dideritanya, tangan Abah sering kali tak kuat menahan beban motor hingga ia pernah terjatuh bersama penumpangnya. Belum lagi motornya yang sering mogok di tengah jalan, memaksa Abah mendorong motor dengan sisa tenaganya di tengah rasa sakit tulang rusuk yang saban waktu menghantui. Pahitnya lagi, sudah bersusah payah mengantar, ada saja penumpang yang pergi begitu saja tanpa membayar, meninggalkan Abah yang hanya bisa tertegun menahan sedih.
Kini, kondisi fisiknya kian menurun dan mulai mengkhawatirkan bagi keluarganya jika abah terus mengojek. Abah terpaksa beralih menjadi tukang parkir demi menutupi kebutuhan sehari-hari yang mendesak. Namun, di tempat parkir pun, fisik Abah yang lemah sering kali membuatnya tak kuat menahan motor pelanggan hingga hampir terseret. Penghasilan yang tak menentu membuatnya sering kali harus pulang tanpa membawa uang sepeser pun, bahkan harus berutang ke sana kemari demi membiayai sekolah anak-anaknya.

Abah Ruslan sangat ingin berobat agar stroke dan nyeri tulang rusuknya tidak semakin parah, namun biaya ratusan ribu untuk sekali kontrol terasa mustahil baginya. Mari kita bantu Abah Ruslan mendapatkan pengobatan yang layak dan meringankan beban hidup keluarganya. Jangan biarkan pejuang keluarga ini terus menahan sakit sendirian di sisa usianya.
Yuk ulurkan tangan terbaikmu dengan berdonasi sekarang.
Semoga setiap kebaikan yang kita berikan menjadi amal yang terus mengalir.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Hallo, Sobat Berdampak!
Dengan penuh rasa syukur, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menjadi bagian dari ikhtiar kebaikan ini.
Alhamdulillah, amanah yang telah dititipkan kini telah tersalurkan kepada Pak Sani, seorang pemuda dengan kondisi tunawicara dan difabel yang selama ini berjuang menafkahi keluarganya dengan bekerja sebagai driver ojek online.

Melalui dukungan para donatur, Pak Sani menerima bantuan berupa warung, kebutuhan pelengkap usaha, kebutuhan bahan pokok, serta santunan tunai. InsyaAllah, bantuan ini diharapkan dapat menjadi ikhtiar untuk menghadirkan sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga beliau.
Semoga setiap bantuan yang disalurkan menjadi penyemangat bagi Pak Sani untuk terus berjuang, serta menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri, sejahtera, dan penuh keberkahan.
Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menjadi perantara kebaikan dan menghadirkan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Semoga Allah SWT membalas setiap sedekah dengan pahala yang berlipat ganda, melapangkan rezeki, menjaga kesehatan, melindungi keluarga, serta menjadikannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir. Aamiin.
Mari terus bersama menebarkan manfaat, karena setiap kebaikan yang kita titipkan hari ini dapat menjadi awal perubahan yang berarti bagi kehidupan sesama.
Salam hangat,
Ayo Kita Peduli