Di usia 83 tahun, Abah Suhendi masih harus berjuang sendiri untuk bertahan hidup.

Sejak istrinya wafat lima tahun lalu, Abah memilih tetap bekerja agar tidak membebani putra satu-satunya yang kini telah berkeluarga dan tinggal terpisah.

Abah berjualan anyaman bambu buatan sendiri dengan berjalan kaki berkeliling kampung sambil memikul dagangan di pundaknya. Penghasilan Abah sangat tidak menentu, sekitar RP 20.000 perhari, bahkan pernah tidak ada satu pun anyaman yang terjual selama seminggu, terutama saat musim hujan.

Meski tubuhnya sudah renta dan sering merasakan sakit di bahu serta leher, Abah tetap memaksakan diri bekerja demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kini Abah tinggal sendirian di rumah sederhana dan terus berjuang dengan keterbatasan yang ada.

Harapan Abah sederhana, ia ingin mendapatkan bantuan modal usaha agar bisa memiliki penghasilan yang lebih pasti dan tidak perlu lagi berkeliling jauh di usia senjanya.
Mari bersama-sama bantu Abah Suhendi agar dapat menjalani hari tuanya dengan lebih layak. bantu dengan cara :
1. Klik Tombol Donasi Sekarang
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Dapatkan Laporan Via Email

Assalamualaikum Wr.wb
Selamat pagi para donatur. Semoga semuanya selalu dalam keadaan sehat dan bahagia.
Tim CSK dan Abah Suhendi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas doa dan donasi untuk membantu Abah. Semoga kebaikan para donatur semua dapat dibalas oleh Allah SWT dengan berkali-kali lipat, Aamiin...
Alhamdulillah Tim CSK telah menyalurkan bantuam untuk Abah Suhendi berupa santunan tunai dan paket sembako.
Berikut kami lampirkan dokumentasinya :
Alhamdulillah Abah suhendi sangat senang dan terharu melihat semua yang diberikan oleh para donatur. Abah juga berdoa agar para donatur semua dilancarkan rezekinya, sehat dan selalu dalam lindunham Allah SWT, Aamiin...
Sekian yang dapat kami sampaikan. Terima kasih, sehat dan sukses selalu para donatur.