Di usia 84 tahun, Abah Ujang masih harus berjalan lebih dari 10 kilometer setiap hari untuk berjualan es mambo. Dari pagi hingga menjelang malam, Abah terus berkeliling membawa dagangannya demi memenuhi kebutuhan hidup bersama istrinya.
Es mambo yang dijual seharga Rp1.000–Rp2.000 jika dagangannya cukup laku. Namun, saat pembeli sepi, Abah bahkan pernah hanya mendapatkan Rp2.000 dari pagi hingga sore.
Penghasilan yang sangat terbatas membuat Abah dan istrinya harus menjalani hari dengan penuh keterbatasan. Ketika tidak memiliki cukup uang, Abah terpaksa menahan lapar dan terkadang hanya makan nasi dengan garam.
Di sisi lain, kebutuhan pengobatan istrinya juga belum sepenuhnya terpenuhi. Obat yang dibutuhkan istrinya belum mampu dibeli.
Perjuangan Abah mencari nafkah pun tidak selalu berjalan aman. Ia pernah menerima uang palsu dari pembeli hingga dagangannya habis tanpa mendapatkan uang yang bisa digunakan. Abah juga pernah dibawa masuk ke mobil oleh orang tak dikenal, uangnya diambil, kemudian diturunkan di tengah jalan.
Gerobak yang menjadi satu-satunya alat Abah untuk berjualan juga pernah ditabrak motor hingga terjungkal. Puluhan es mambo berhamburan dan tidak dapat dijual kembali. Gerobaknya pun rusak, sebelum akhirnya seorang baik hati memberikan gerobak bekas yang masih bisa digunakan.
Kini, Abah dan istrinya tinggal menumpang di rumah orang lain. Meski hidup serba terbatas, Abah tetap bekerja karena kebutuhan sehari-hari tidak pernah berhenti.
Ada satu harapan sederhana yang ingin Abah wujudkan: memiliki kios kecil agar bisa berjualan dari satu tempat dan tidak lagi berjalan jauh setiap hari di usia senjanya.
Mari bantu ringankan perjuangan Abah Ujang. Dukungan Anda dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan dan pengobatan istrinya, sekaligus menjadi modal untuk mewujudkan kios sederhana agar Abah tetap memiliki penghasilan tanpa harus memaksakan tubuh rentanya berjalan puluhan kilometer setiap hari.
Klik tombol "Donasi Sekarang"
Masukkan nominal donasi terbaik
Pilih metode pembayaran

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakanbagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama
