Dibalik Lembar Poster, Ada abah ukan yang tetap berjuang menjemput Rezeki di usia senja.
Di usianya yang telah menginjak 71 tahun, Abah Ukan masih setia menyusuri jalanan kota dengan langkah perlahan. Tangannya menggenggam gulungan poster yang ia jajakan dari satu tempat ke tempat lain. Bukan karena ia tak ingin beristirahat, tapi karena hidup tak memberinya banyak pilihan.

Abah Ukan adalah ayah dari tiga orang anak. Di usia senjanya, ia seharusnya menikmati waktu bersama keluarga, duduk tenang tanpa memikirkan esok hari. Namun kenyataan berkata lain. Untuk sekadar makan dan bertahan hidup, Abah tetap berdiri di pinggir jalan, menawarkan poster-poster yang kadang laku, kadang tak terjual sama sekali.

Penghasilannya tidak menentu. Ada hari di mana ia pulang dengan sedikit uang di tangan. Tapi lebih sering, abah hanya membawa lelah dan doa agar esok lebih baik dari hari ini. Tubuh renta itu pun tak lagi sekuat dulu. Asam urat yang diderita abah kerap membuat persendiannya nyeri dan langkahnya terasa berat. Namun rasa sakit itu sering kali abah pendam. Karena bagi Abah, yang lebih menyakitkan adalah ketika ia tak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.

Yang paling menggetarkan hati, Abah Ukan tak memiliki tempat tinggal tetap. abah sering menumpang dari satu tempat ke tempat lain. Berpindah-pindah, tanpa kepastian. Tak ada rumah yang benar-benar bisa ia sebut sebagai miliknya. Tak ada ruang kecil tempat ia bisa beristirahat dengan tenang tanpa rasa khawatir harus pergi lagi. Di balik lembar-lembar poster yang ia jual, tersimpan harapan sederhana: bisa hidup lebih layak di sisa usianya. Bisa memiliki tempat berteduh. Bisa merasakan hari tua tanpa dihantui rasa takut dan kekurangan.
Temenbaik, mari kita ringankan langkah Abah Ukan. Setiap kebaikan yang kita berikan hari ini bisa menjadi tempat berteduh bagi beliau esok hari. Yuk, sisihkan sedikit rezeki terbaik kita untuk membantu Abah Ukan bertahan dan merasakan hangatnya kepedulian.
Jika belum bisa berdonasi, mohon bantu dengan membagikan halaman galang dana ini, agar semakin banyak tangan baik yang ikut menggenggam harapan Mereka.
