Alunan musik ceria dari odong-odong tua itu menjadi saksi bisu perjuangan Abah Uum selama 24 tahun terakhir. Di balik senyum yang beliau sunggingkan untuk anak-anak, ada penderitaan fisik yang harus ditanggungnya sejak kecil akibat luka masa lalu yang membuat tangan dan kakinya tak bisa lagi lurus sempurna. Dengan kondisi disabilitas fisik tersebut, Abah tetap nekat mengayuh dan mendorong odong-odong keliling setiap hari dari pagi hingga siang demi bekal sekolah anak bungsunya dan makan keluarga. Pahitnya, jasa yang ditawarkannya hanya dihargai seribu rupiah per lagu, hingga penghasilan bersihnya yang hanya sepuluh ribu rupiah sehari sering kali tak cukup untuk sekadar membeli beras.
Jalanan yang keras tak pernah ramah pada tubuh rentanya yang makin sering sakit-sakitan. Abah pernah lima kali menjadi korban tabrak lari, termasuk insiden memilukan ketika odong-odongnya dihantam truk batu hingga dadanya cedera dan kepalanya terluka parah. Tanpa ganti rugi yang layak dan tanpa jaminan kesehatan BPJS yang terputus akibat ketiadaan biaya harian, Abah terpaksa menahan rasa sakit tanpa pengobatan rutin. Ujian kian melengkapi duka beliau ketika di jalanan harus berhadapan dengan ancaman kekerasan, diusir warga, bahkan hampir dipukul balok kayu saat odong-odongnya dianggap menghalangi jalan.
Di rumah bekas peninggalan orang tuanya, Abah menyimpan kesedihan mendalam atas perlakuan dan himpitan ekonomi yang mencekik. Dari tujuh anaknya, ada yang tak pernah mampir menjenguk dan hanya menghubungi jika ingin meminjam uang. Demi memastikan anak bungsunya yang duduk di kelas akhir bisa mengikuti ujian sekolah serta menutupi kebutuhan makan harian, Abah terpaksa terjerat utang bank keliling hingga jutaan rupiah. Setiap kali odong-odongnya sepi penumpat saat hujan turun, dada Abah sesak membayangkan bagaimana cara melunasi cicilan dan membiayai kelulusan sang buah hati.
Di sisa tenaganya, Abah Uum memendam impian yang teramat bersahaja. Beliau tak lagi ingin menyiksa fisik disabilitasnya di jalanan dan bermimpi bisa membuka usaha fried chicken kecil-kecilan di rumah agar bisa menafkahi keluarga dengan tenang. Perjuangan tanpa kenal lelah seorang ayah disabilitas ini adalah bukti ketulusan cinta yang patut kita bantu. Bersama Ayo Kita Peduli, mari ulurkan tangan terbaikmu hari ini untuk bantu melunasi utang sekolah dan bank keliling Abah, menghadirkan modal usaha yang layak, serta mengukir kebahagiaan di masa senjanya.
Melalui campaign Spreading Kindness for Urban Poor, Ayo Kita Peduli #BERDAMPAKBERDAYA mengajak kita semua berpartisipasi untuk membantu kelompok miskin perkotaan atau urban poor. Dengan menebarkan kebaikan dan empati, kita semua telah berpartisipasi dalam gerakan aksi kebaikan untuk membantu menyelesaikan kemiskinan.
Kalian dapat berpartisipasi dalam gerakan ini dengan menyebarkan campaign dan berdonasi dengan cara:

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Hallo, Sobat Berdampak!
Dengan penuh rasa syukur, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menjadi bagian dari ikhtiar kebaikan ini.
Alhamdulillah, amanah yang telah dititipkan kini telah tersalurkan kepada Pak Sani, seorang pemuda dengan kondisi tunawicara dan difabel yang selama ini berjuang menafkahi keluarganya dengan bekerja sebagai driver ojek online.

Melalui dukungan para donatur, Pak Sani menerima bantuan berupa warung, kebutuhan pelengkap usaha, kebutuhan bahan pokok, serta santunan tunai. InsyaAllah, bantuan ini diharapkan dapat menjadi ikhtiar untuk menghadirkan sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga beliau.
Semoga setiap bantuan yang disalurkan menjadi penyemangat bagi Pak Sani untuk terus berjuang, serta menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri, sejahtera, dan penuh keberkahan.
Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menjadi perantara kebaikan dan menghadirkan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Semoga Allah SWT membalas setiap sedekah dengan pahala yang berlipat ganda, melapangkan rezeki, menjaga kesehatan, melindungi keluarga, serta menjadikannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir. Aamiin.
Mari terus bersama menebarkan manfaat, karena setiap kebaikan yang kita titipkan hari ini dapat menjadi awal perubahan yang berarti bagi kehidupan sesama.
Salam hangat,
Ayo Kita Peduli