Bantu Lansia Penjual Keripik Disabilitas Pergi Berobat!
Bantu Lansia Penjual Keripik Disabilitas Pergi Berobat!

Bantu Lansia Penjual Keripik Disabilitas Pergi Berobat!

Rp 270.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
5
Tercapai
0%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 25 April 2026, 00:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
Berbagi Keberkahan Di Bulan Ramadhan

Cerita

25 March 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Di usia yang sudah menginjak 60 tahun, dengan kondisi kaki dan tangan kiri yang cacat sejak kecil, Abah Uyung tetap berjuang keras mencari nafkah. Setiap hari ia keliling berjalan kaki di sekitar Sumedang Kota, menjajakan kerupuk cemilan, dari pagi jam 07.00 sampai sore jam 16.00 WIB, demi memenuhi kebutuhan hidup dan membeli obat rutin.

Dulu Abah Uyung pernah berjualan rokok dan kopi, namun sepi pembeli, akhirnya beliau beralih menjual kerupuk. Sayangnya, penghasilan dari berjualan ini sangat kecil, hanya Rp 20.000 – Rp 50.000 per hari, itupun jika dagangannya laku. Keuntungan Abah hanya Rp 500 per bungkus, karena kerupuk tersebut bukan miliknya, melainkan titipan yang harus disetorkan kembali sesuai jumlah yang terjual.

Tak hanya itu, untuk mencapai pusat kota, Abah harus naik angkot dengan ongkos Rp 6.000 sekali jalan. Dengan segala keterbatasan fisik dan beban ekonomi, Abah terus berjalan menyusuri jalanan kota meski sering merasa nyeri, pusing, dan harus berhenti berkali-kali karena kelelahan dan sakit.

Abah Pernah Mengalami Kecelakaan Parah Dalam perjalanannya berjualan, Abah sempat terhimpit mobil truk teronton saat melayani pembeli. Kaki kirinya yang cacat semakin parah, harus dioperasi dan dijahit lebih dari 100 jahitan. Setelah sembuh, kaki itu sempat terkena kotoran kuda hingga terinfeksi tetanus, dan kini harus selalu dibungkus saat berjualan.

 

Tangan kirinya juga sering bergerak tanpa kendali. Tak jarang secara tidak sengaja memukul istri atau bahkan memecahkan kaca. Namun Abah tetap menolak menyerah. Bahkan ketika pernah ditodong preman saat berjualan dan dirampas dagangan serta uangnya, ia tetap bangkit dan kembali berjualan

Meski sudah berkali-kali dihina dan disarankan jadi pengemis karena fisiknya, Abah menolak. Ia ingin tetap mencari nafkah dengan cara halal, selama dirinya masih mampu berjalan dan berusaha.

 

Kini, Abah membutuhkan bantuan modal usaha, agar bisa membeli atau memproduksi kerupuk sendiri dalam jumlah lebih banyak. Sehingga keuntungan bisa lebih besar dan Abah tak perlu bergantung pada sistem titip jual yang keuntungannya sangat kecil.

 

Yuk, Bantu Abah Uyung Tetap Bisa Berjuang dengan Layak

1. Klik Tombol Donasi Sekarang

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran (Go-Pay/ OVO/virtual account)

4. Dapatkan Laporan Via Email

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.

 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Ayo Kita Peduli
22 July 2026

Berbagi Keberkahan Di Bulan Ramadan

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Hallo, Sobat Berdampak!


Dengan penuh rasa syukur, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menjadi bagian dari ikhtiar kebaikan ini.


Alhamdulillah, amanah yang telah dititipkan telah tersalurkan kepada dua penerima manfaat yang terus berjuang mencari nafkah di usia senja.


Nek Titi, seorang lansia yang sehari-hari berjualan telur asin, menerima bantuan berupa santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok untuk membantu meringankan kebutuhan hidup beliau. Begitu pula dengan Abah Ii, seorang lansia yang berjuang mencari nafkah dengan berjualan takjil, yang menerima santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok sebagai bentuk dukungan agar beliau dapat terus menjalani kehidupannya dengan lebih tenang dan penuh semangat.

Semoga setiap bantuan yang disalurkan tidak hanya meringankan beban hari ini, tetapi juga menjadi penguat langkah dan menghadirkan keberkahan bagi kehidupan mereka.


Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menjadi perantara kebaikan dan menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Semoga Allah SWT membalas setiap sedekah dengan pahala yang berlipat ganda, melapangkan rezeki, menjaga kesehatan, melindungi keluarga, serta menjadikannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir. Aamiin.


Mari terus bersama menebarkan manfaat, karena setiap kepedulian yang kita berikan hari ini dapat menjadi senyum dan harapan baru bagi sesama.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi

Lihat semua
MS
Rp 50.000
10 April 2026, 04:40