Upah 7.500 Dari Getah Karet! Bantu Lansia Berjuang Demi Hidupi Istri Yang Lumpuh

Upah 7.500 Dari Getah Karet! Bantu Lansia Berjuang Demi Hidupi Istri Yang Lumpuh

Rp 0
terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donatur
31 hari lagi
Bantu Sekarang
Terakhir diperbarui pada 17 April 2026 12:00 WIB

Penggalang Dana

Yayasan Lentera Saling Berbagi Kebaikan

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
Kakek Penjual Getah Karet Yang Berjuang Demi Berobat Istrinya Yang Lumpuh

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

16 April 2026

"Allahu Akbar !!! Pak...pak... kaki ibu sakit !..." teriakan Mak watini (60 tahun) terdengar begitu nyaring dari rumah berdinding bambu yang sudah usang.


8 tahun sudah Mak Watini tidak bisa berjalan. Entah penyakit apa yang dideritanya, karena selama itu belum pernah diperiksakan. Suara tangisan dan rintihannya senantiasa terdengar setiap malam mewarnai kesunyian seisi rumah.


"Setiap kali gerak langsung sakit kesekujur tubuh dan nafas serasa sesak..." Ungkap Mak Watini dengan nafas yang tersenggal-senggal


Dengan tangan keriputnya dan kaki yang lelah, Abah Wagiran (63 tahun) terus bekerja mengumpulkan getah karet yang sangat berharga bagi dirinya. Beliau tahu bahwa setiap tetesan getah adalah langkah kecil untuk bertahan hidup.


Tak banyak yang bisa Abah Wagiran dapatkan dari hasil mengumpulkan getah karetnya. Dalam 1 kg getah karet dihargai Rp.7500. Dalam sehari Abah hanya bisa mengumpulkan 2 kg getah.



Uang itu Abah gunakan untuk membeli beras dan sedikit lauk pauk untuk mengganjal perutnya pada hari itu. Bahkan Abah dan istrinya pun sering menahan lapar berhari-hari karena tak memiliki uang sedikit pun.


"Tak tega melihat ibu terus-terusan merintih kesakitan. Kadang ibu menangis saking tidak kuat menahan sakit..." ~Ungkap Abah Wagiran dengan wajah sedih


"Jangankan untuk berobat, untuk makan sehari-hari pun kami kesusahan..."

Disaat kondisi istrinya semakin memburuk, Abah pun disengat ribuan lebah disaat sedang menyadap getah karet. Hal ini membuat pandangan Abah mulai kabur dan sering sakit-sakitan.


Kini tangisan dan rintihan Abah dan istrinya saling bersahutan merasakan rasa sakit yang tiada tara dengan menahan perut yang lapar belum terisi.


Abah Wagiran dan istrinya tinggal disebuah gubuk kecil ditengah hutan yang nyaris roboh. Dindingnya sangat rapuh hanya terbuat dari kayu anyaman yang tipis, atap gentengnya juga bocor dimana-mana. Sehingga membahayakan penghuni rumah.


Jika hujan turun yang disertai dengan angin, Abah dan istrinya pun harus ikut berteduh dirumah tetangga terdekat karena rumahnya bergoyang dikhawatirkan roboh menimpanya.


Sahabat kebaikan, kita bisa menemani Abah Wagiran dan istrinya dengan menyisihkan sebagian rezeki yang kita miliki agar tangisannya bisa reda dan perutnya bisa terisi


1. Klik Donasi Sekarang


2. Masukkan Nominal Donasi


3. Pilih Metode Pembayaran


4. Dapatkan Laporan via Email



Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.