“Kalau harus jalan kaki, ya Ibu jalan… yang penting Roki bisa kontrol.”
Begitulah perjuangan Ibu Reni mendampingi putranya, Adik Roki, yang sejak lahir didiagnosis cerebral palsy.
Setiap kali Harus Berobat karna KEJANG-nya kambuh Ibu Reni kesusahan untuk bawa Adik Roki berobat karna tak punya ongkos pergi dan biaya berobat
Di tengah kehidupan yang serba terbatas, Ibu Reni tetap berusaha mencari nafkah.
Ia berjualan kue manis titipan orang lain dengan keuntungan yang tidak seberapa. Ia juga menerima pekerjaan menyetrika pakaian tetangga untuk mendapatkan tambahan penghasilan.
Penghasilannya harus dibagi untuk membayar kontrakan, membeli makanan, susu Roki, dan kebutuhan sehari-hari.Tak jarang, Ibu Reni mengurangi kebutuhan dirinya sendiri agar kebutuhan anaknya tetap terpenuhi.
Ia hanya ingin punya usaha kecil yang bisa memberikan penghasilan lebih stabil. Agar kebutuhan Roki tetap terpenuhi, susu tidak kekurangan, dan ketika tiba waktunya kontrol, ia tidak lagi bingung memikirkan ongkos perjalanan.
Bagi kita, bantuan mungkin terlihat kecil. Tapi bagi Ibu Reni, bantuan itu bisa menjadi modal untuk melanjutkan usaha dan menjaga harapan untuk Roki.
Yuk, ikut bantu perjuangan Ibu Reni dan Adik Roki. ❤️
