URGENT!!! Bantu Perjuang Raka Melawan Kanker Ganas
URGENT!!! Bantu Perjuang Raka Melawan Kanker Ganas

URGENT!!! Bantu Perjuang Raka Melawan Kanker Ganas

Rp 250.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
7
Tercapai
0%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 05 April 2026, 00:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
Berbagi Keberkahan Di Bulan Ramadhan

Cerita

05 March 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Setiap pagi, sejak pukul 6 hingga 9, seorang nenek berusia lanjut bernama Mak Sulastri berjuang memanggul sayuran dari satu rumah ke rumah lain. Dengan penghasilan hanya Rp30.000 per hari, Mak Sulastri menanggung hidup dirinya, anaknya yang sedang sakit stroke, serta cucu kecilnya yang kini tengah berjuang melawan kanker nasofaring.

Dari Rp30.000 yang ia dapatkan, Mak Sulastri hanya berani menyisihkan Rp10.000 untuk makan atau membeli sabun cuci. Sisa uangnya ia tabung sedikit demi sedikit untuk membantu biaya berobat cucunya di Bandung. Sering kali, ia tak makan seharian—namun tetap tersenyum, karena katanya, “asal cucu saya bisa sembuh, saya kuat menahan lapar.”

Tetangga-tetangga yang iba kadang membawakan lauk atau mengajaknya makan bersama. Namun, di balik senyumnya, tersimpan kepedihan yang begitu dalam: kelelahan, kekhawatiran, dan rasa bersalah karena tak mampu berbuat lebih untuk cucunya yang sakit.

Tentang Raka: Pejuang Kecil yang Tak Lagi Bisa Sekolah

Cucu Mak Sulastri, Raka (9 tahun), dulunya anak yang ceria dan suka bermain layang-layang. Kini, ia harus berhenti sekolah sejak empat bulan lalu setelah didiagnosa kanker nasofaring, kanker ganas yang menyerang bagian hidung dan kepala.

Awalnya, Raka hanya mengalami flu biasa. Tapi benjolan di hidungnya membesar dengan cepat hingga menutupi hidung dan merambat ke mata. Sekarang, mata kirinya sudah tidak bisa melihat, dan setiap malam Raka kesulitan bernapas karena tumor yang semakin besar. Ia sering mengeluh sakit kepala hebat hingga tak bisa tidur.

Berat badannya turun drastis 10 kilogram, tubuhnya melemah, dan keceriaan masa kecilnya perlahan menghilang. Bahkan, Raka sempat berkata dengan lirih saat bercermin,

“Sekarang aku mirip alien ya, Nek…”

Ucapan polos itu membuat Mak Sulastri tak kuasa menahan air mata.

Perjuangan yang Tak Pernah Berhenti

Sejak Raka sakit, ibunya berhenti bekerja dari pabrik untuk merawat Raka penuh waktu. Ayah Raka sudah lama pergi tanpa pernah memberi nafkah. Kini, satu-satunya tumpuan keluarga hanyalah Mak Sulastri—seorang nenek renta yang tak menyerah, meski tubuhnya kian lelah.

Mak Sulastri bahkan rela menjual rumahnya jika itu bisa membantu biaya pengobatan Raka. Namun, hingga kini, utang sebesar Rp2.500.000 masih belum terbayar dari total pinjaman Rp5 juta untuk biaya awal pengobatan.

Meskipun BPJS membantu menanggung biaya medis, biaya transportasi dari Subang ke Bandung tetap menjadi beban berat:

Rp150.000 sekali jalan untuk Mak Sulastri, ibu Raka, dan paman yang menemani Raka berobat. Uang sebanyak itu sulit sekali dikumpulkan dari penghasilan Mak Sulastri sebagai kuli sayur.

Harapan Seorang Nenek

Setiap malam, Mak Sulastri terjaga, memandangi foto cucunya waktu masih sehat sambil berdoa:

“Ya Allah, sembuhkan cucu saya. Biarlah saya yang sakit asal dia bisa tertawa lagi.”

Ia tak pernah meminta banyak. Hanya ingin Raka bisa sembuh, bersekolah lagi, dan bermain seperti anak-anak lain.

Kini, Mak Sulastri sangat membutuhkan uluran tangan kita. Bantuan sekecil apa pun akan sangat berarti—untuk biaya transportasi, kebutuhan harian, serta pemulihan Raka yang semakin kritis.

Mari Bersama Kita Bantu Raka dan Mak Sulastri

Setiap rupiah yang Anda berikan adalah napas baru bagi Raka dan semangat baru bagi Mak Sulastri untuk terus berjuang.

Mari bersama wujudkan harapan kecil mereka: kesembuhan dan kehidupan yang layak.

Donasi Sekarang.

Sekecil apa pun bantuanmu, akan jadi cahaya besar bagi Raka dan neneknya.

 

Mari, ulurkan tangan untuk Raka. Bantu ringankan perjuangan Mak Sulastri yang bekerja keras meski hanya sebagai kuli sayuran, demi cucu tersayang. Bantu dengan cara:

  1. Klik “DONASI SEKARANG”;
  2. Masukkan nominal donasinya;
  3. Pilih metode pembayaran;
  4. Dapatkan laporan via e-mail.

 

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat. 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Ayo Kita Peduli
22 July 2026

Berbagi Keberkahan Di Bulan Ramadan

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Hallo, Sobat Berdampak!


Dengan penuh rasa syukur, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menjadi bagian dari ikhtiar kebaikan ini.


Alhamdulillah, amanah yang telah dititipkan telah tersalurkan kepada dua penerima manfaat yang terus berjuang mencari nafkah di usia senja.


Nek Titi, seorang lansia yang sehari-hari berjualan telur asin, menerima bantuan berupa santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok untuk membantu meringankan kebutuhan hidup beliau. Begitu pula dengan Abah Ii, seorang lansia yang berjuang mencari nafkah dengan berjualan takjil, yang menerima santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok sebagai bentuk dukungan agar beliau dapat terus menjalani kehidupannya dengan lebih tenang dan penuh semangat.

Semoga setiap bantuan yang disalurkan tidak hanya meringankan beban hari ini, tetapi juga menjadi penguat langkah dan menghadirkan keberkahan bagi kehidupan mereka.


Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menjadi perantara kebaikan dan menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Semoga Allah SWT membalas setiap sedekah dengan pahala yang berlipat ganda, melapangkan rezeki, menjaga kesehatan, melindungi keluarga, serta menjadikannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir. Aamiin.


Mari terus bersama menebarkan manfaat, karena setiap kepedulian yang kita berikan hari ini dapat menjadi senyum dan harapan baru bagi sesama.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi

Lihat semua
detica
Rp 50.000
11 March 2026, 04:40

Bismillah berkah dan saya diberikan kesehatan, karir sukses,jodoh dunia akhirat Aamiin Allahuma Aamiin