Putus sekolah bukan karena malas, tetapi karena keadaan.
Di usia ketika anak-anak lain sibuk belajar dan mengejar cita-cita, Agung justru harus menjadi tulang punggung keluarga.
Ayahnya telah meninggal dunia. Kini hanya ada Agung dan sang ibu yang sakit hingga tak mampu berjalan. Untuk beraktivitas, ibunya hanya bisa merangkak. Semua kebutuhan hidup bergantung pada Agung.
Setiap pagi Agung berjualan gorengan, lalu bekerja membantu di warung dengan upah yang tak menentu. Dari penghasilan itu, ia membayar kontrakan sederhana yang bocor di sana-sini dan mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka.
Dulu Agung pernah bermimpi kembali bersekolah. Kini mimpi itu perlahan ia kubur demi bertahan hidup.
Padahal, Agung tidak meminta kehidupan yang mewah. Ia hanya berharap memiliki usaha ternak kecil agar tetap bisa merawat ibunya tanpa harus meninggalkannya bekerja jauh.
Orang Baik, hari ini kita bisa menjadi alasan Agung kembali memiliki harapan.
Mari ulurkan tangan melalui donasi. Bantuanmu dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup Agung dan ibunya, sekaligus menjadi modal usaha agar mereka memiliki masa depan yang lebih baik. Klik tombol Donasi Sekarang dan jadilah bagian dari harapan Agung.