Merangkak Cari Nafkah Demi Istri Tunanetra
Merangkak Cari Nafkah Demi Istri Tunanetra

Merangkak Cari Nafkah Demi Istri Tunanetra

Rp 0
terkumpul dari Rp 110.000.000
Donatur
0
Tercapai
0%
Sisa waktu
115 hari

Diperbarui 30 September 2026, 03:00 WIB

Penggalang Dana

Yayasan BOBS Peduli
Lembaga resmi terverifikasi

Cerita

09 June 2026

Tak peduli harus merangkak/menyeret tubuhnya di atas jalanan demi berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

0f5da129-f2df-463b-9148-d40037a24431.jpg


Panasnya aspal, debu, hingga rasa lelah yang terus menghampiri seakan sudah menjadi bagian dari kesehariannya. Semua itu dijalani demi satu tujuan yang selalu ia pegang teguh, mencari nafkah untuk sang istri tercinta, Ibu Wati (50), yang merupakan seorang tunanetra dan pendengarannya pun sudah tidak begitu bagus. 


a56afcb7-9e27-4d55-b4f7-e065a5cb9614.jpg



94d9cd94-afbc-42b9-8949-19fbef651fe2.jpg


Setiap pagi, Bapak Agus (45) memulai harinya dengan menyiapkan perlengkapan dagangan kopi seduh yang akan ia jajakan secara keliling. Dengan segala keterbatasan fisik yang dimilikinya, perjalanan mencari pelanggan bukanlah perkara mudah. Ia harus merangkak/menyeret tubuhnya sambil membawa dagangannya, menempuh jalan demi jalan dengan harapan ada pembeli yang singgah menikmati secangkir kopi buatannya.

83f31700-ac6f-4ba3-8e52-a196f9ddc6e3.jpg



Bagi Bapak Agus, pekerjaan ini bukan sekadar mencari uang. Di rumah, ada Ibu Wati yang menantikan kepulangannya. Sebagai seorang tunanetra, Ibu Wati memiliki keterbatasan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Karena itulah, Bapak Agus merasa dirinya harus tetap kuat. Meski penghasilan dari berjualan kopi seduh keliling sering kali tidak menentu, ia tidak pernah menyerah untuk terus berusaha.Tak jarang dagangannya sepi pembeli. Ada hari-hari ketika hasil yang dibawa pulang hanya cukup untuk membeli kebutuhan pokok seadanya.


5016b21e-3891-4d0a-b03b-767dc0b2d4d9.jpg



Hingga hari ini, Bapak Agus tetap menjalani hidup dengan penuh keteguhan. Keterbatasan fisik yang memaksanya merangkak bukanlah alasan untuk berhenti bertanggung jawab sebagai kepala keluarga.

#OrangBaik

Perjuangan Bapak Agus dan Ibu Wati mengajarkan bahwa cinta dan pengorbanan sering kali hadir dalam bentuk yang sederhana namun luar biasa. Mari bersama-sama membantu meringankan beban mereka agar kehidupan yang dijalani bisa menjadi sedikit lebih ringan dan penuh harapan.

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Jadi #SirkelBaik

Ajak teman dan keluargamu ikut membantu lewat halaman galang dana milikmu sendiri.

Gabung