Di saat remaja seusianya sibuk bersekolah, bermain, dan merajut cita-cita masa depan, Aji (17 tahun) harus menelan kenyataan hidup yang teramat berat. Lahir dengan segala keterbatasan fisik, Aji tidak memiliki sepasang kaki yang utuh seperti remaja pada umumnya.
Namun, Aji memiliki hati yang teramat lapang. Beliau menolak berpangku tangan atau menjadi beban bagi sang ibu. Setiap hari, dari pagi hingga sore hari, dengan mengandalkan kedua tangannya yang tangguh, Aji merayap menyusuri jalanan menjajakan gorengan keliling demi mengais rezeki yang halal.
Aji tinggal berdua bersama ibu tercintanya, Ibu Yeyen (52 tahun). Kondisi ekonomi keluarga ini sungguh memprihatinkan. Ibu Yeyen yang bekerja sebagai pembuat siomay hanya diupah Rp40.000 sehari, itu pun beliau hanya sanggup bekerja 10 hari dalam sebulan karena fisiknya digerogoti penyakit kelenjar.
Akibat keterbatasan biaya, pengobatan kelenjar Ibu Yeyen terpaksa terbengkalai. Untuk sekadar memenuhi kebutuhan makan sehari-hari saja mereka sering kesulitan, apalagi untuk berobat ke rumah sakit.
Sementara itu, peluh keringat Aji berjualan gorengan keliling dari pagi hingga sore paling banyak hanya menghasilkan Rp30.000 per hari, jika dagangannya laku keras.
Di rumah sederhananya, Ibu Yeyen sering kali tak sanggup menahan air matanya setiap kali melihat anak kesayangannya berjuang keras di jalanan tanpa kaki. Kerinduan terbesar Ibu Yeyen dan Aji saat ini adalah bisa memiliki kaki palsu yang layak. Ibu Yeyen sangat berharap Aji memiliki kaki palsu agar bisa beraktivitas mandiri seperti orang normal lainnya. Di balik senyum tegar sang anak, ada rasa cemas yang mendalam di hati sang ibu akan masa depan buah hatinya.
"Ibu sering berpikir dan takut sekali, bagaimana nasib Aji ke depannya kalau nanti Ibu harus meninggalkan Aji duluan..." bisik Ibu Yeyen sambil meneteskan air mata.
Aji sangat berharap bisa membelikan kaki palsu untuk dirinya sendiri, membawa ibunya berobat hingga sembuh dari penyakit kelenjar, serta memiliki modal usaha mandiri agar mereka bisa berjualan dari rumah tanpa harus menyiksa fisik lagi.
#OrangBaik, ketulusan Aji dan kasih sayang Ibu Yeyen adalah bukti nyata dari cinta yang tak terbatas. Mari kita bantu Aji mewujudkan mimpinya untuk bisa berjalan tegak dengan kaki palsu dan memberikan pengobatan yang layak untuk sang ibu.
Kami dari Yayasan Jejak Binar Harapan mengajak Anda semua untuk bergotong-royong membantu pengadaan kaki palsu untuk Aji, biaya pengobatan medis kelenjar Ibu Yeyen, serta memberikan modal usaha mandiri bagi keluarga mereka.