Hati Pak Encang teriris melihat anaknya Fajar, terbaring lemah. 40 tahun hidup terkurung penyakit saraf tulang belakang akibat salah penanganan, tak bisa bergerak, bahkan tak bisa berbicara.

Pak Encang (66) berjuang sendirian membersihkan kotoran, menyuapi makan, dan memberikan obat. Air mata tak pernah kering, harapan tak pernah padam.

Tak tega meninggalkan sang anak yang sering kejang-kejang bahkan sering membenturkan kepalanya hingga terluka, membuat Pak Encang bekerja hanya bisa saat sang anak tidur (malam hari). Tapi, waktu terus berjalan. Pendapatan minim, biaya pengobatan menggunung. Hanya mengandalkan hasil menyupir angkot yang hanya menghasilkan 20rb bahkan sering tak menghasilkan sepeserpun.

Pak Encang hanya ingin anaknya sembuh, dan bisa bawa anaknya berobat. Sobat Aksi, nyawa Fajar tergantung pada bantuan kita semua, yuk kita sama-sama bantu melalui:

Ke Rekening Bank Mandiri *********1375 a/n Relawan Indonesia Memanggil
Rencana Penggunaan Dana Pencairan: Bismillah… InsyaAllah setiap donasi yang terkumpul akan disalurkan langsung kepada Abah Tolib dalam bentuk santunan sembako oleh Tim CTA. Bantuan ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari Pak Encang dan kebutuhan anaknya berobat. Sem