BADAN KIAN RINGKIH DAN LEMAS!! Bantu Ringankan Kehidupan Abah
BADAN KIAN RINGKIH DAN LEMAS!! Bantu Ringankan Kehidupan Abah

BADAN KIAN RINGKIH DAN LEMAS!! Bantu Ringankan Kehidupan Abah

Rp 0
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
0
Tercapai
0%
Sisa waktu
42 hari

Diperbarui 02 November 2026, 15:00 WIB

Penggalang Dana

WAN Kuningan
Lembaga resmi terverifikasi

Cerita

02 November 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Di usia 60 tahun, Abah Ahmad masih harus berjuang mencari nafkah. Tapi sedihnya, dagangan sering gak laku sampai Abah harus menahan lapar.


Setiap pagi, Abah Ahmad berangkat berjualan toge tauco di pinggir jalan. Dari pagi sampai tengah malam, Abah terus menunggu pembeli datang. Di usianya yang udah nggak muda lagi, Abah masih harus bertahan di pinggir jalan selama berjam-jam. Padahal, tubuhnya juga butuh istirahat. Tapi Abah nggak punya banyak pilihan. Kalau nggak jualan, dari mana Abah bisa mendapatkan uang untuk makan sehari-hari?

Sayangnya, setelah seharian menunggu, dagangan Abah sering banget sepi pembeli. Saking lamanya menunggu, Abah sampai ketiduran di tempat jualannya. Tapi begitu terbangun, belum tentu ada pembeli yang datang. Terkadang, toge tauco yang Abah bawa pulang masih tersisa karena nggak habis terjual. Bayangin, udah seharian capek berjualan, tapi uang yang didapat belum tentu cukup buat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, Abah sampai harus menahan lapar karena nggak punya uang untuk membeli makanan. Yang bikin hati makin sedih, Abah Ahmad bukan cuma berjuang untuk dirinya sendiri. Di rumah, ada sang istri yang tinggal berdua dengannya. Sebagai seorang suami, tentu Abah ingin bisa memenuhi kebutuhan makan mereka setiap hari. Tapi kenyataannya, mencari uang di usia senja ternyata nggak semudah yang dibayangkan. Pernah suatu malam, Abah pulang tanpa membawa uang hasil jualan. Padahal, beras di rumah juga harus tetap tersedia supaya Abah dan istrinya bisa makan. Sampai-sampai, Abah harus meminjam uang kepada tetangganya hanya untuk membeli beras. Bayangin, orang yang udah berjuang seharian mencari nafkah, justru masih harus kebingungan mencari uang untuk makan. Abah Ahmad sebenarnya cuma ingin hidup sederhana. Bisa berjualan, membawa pulang sedikit uang, lalu makan bersama sang istri tanpa harus memikirkan besok harus mencari pinjaman ke mana lagi. Tapi ketika dagangan sering nggak laku, keinginan sesederhana itu pun terasa berat untuk diwujudkan. Abah mungkin nggak banyak bercerita tentang kesulitannya. Namun, setiap hari yang dilewati dengan dagangan sepi pasti menyisakan kekhawatiran tentang bagaimana mereka bisa memenuhi kebutuhan besok. Kita mungkin nggak bisa menemani Abah berjualan sampai tengah malam. Kita juga nggak bisa memastikan dagangannya selalu ramai pembeli. Tapi kita bisa ikut membantu agar kebutuhan makan Abah dan istrinya nggak terus menjadi beban yang harus mereka pikirkan sendirian. Yuk, sisihkan sebagian rezeki kita untuk membantu Abah Ahmad. Klik tombol donasi sekarang. Semoga bantuan yang kita berikan bisa menjadi jalan hadirnya makanan di meja Abah dan istrinya, serta membuat perjuangan mereka terasa sedikit lebih ringan.

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Jadi #SirkelBaik

Ajak teman dan keluargamu ikut membantu lewat halaman galang dana milikmu sendiri.

Gabung