Diperbarui 23 October 2026, 12:00 WIB
“Maafin A Burhan ya, Kak… kalau nawarin mangganya susah dan harus ngelayanin pake tangan kiri…”

A Burhan merupakan seorang tunawicara. Sejak bayi, beliau menderita epilepsi yang membuat tangan kanannya kaku dan terus menekuk. Kondisi ini juga bikin A Burhan kesulitan saat beraktivitas dan berkomunikasi dengan orang lain. Tapi, keterbatasan itu nggak bikin A Burhan berhenti berjuang. Setiap hari, dari jam 10 pagi sampai sore, A Burhan keliling jualan mangga sambil mendorong gerobak yang beratnya hampir 50 kg. Jalanan yang ramai, panas terik, sampai rasa capek harus beliau hadapi sendiri. Padahal, keuntungan yang didapat cuma Rp2.000 per kilogram. Kalau mangga nggak laku, tentu penghasilan yang dibawa pulang juga nggak seberapa.

Belum lagi, epilepsi yang dideritanya bisa kambuh kalau A Burhan kecapekan atau telat makan. Beliau juga sering mengeluarkan air liur yang nggak bisa dikontrol, sampai pernah ada pembeli yang membatalkan pesanan dengan ekspresi jijik, padahal mangganya sudah dibungkus. Bayangin, Kak… di saat A Burhan cuma ingin mencari nafkah dengan cara yang halal, beliau justru harus menghadapi penolakan karena kondisi tubuhnya sendiri.

Dulu, A Burhan juga pernah berhenti sekolah saat kelas 4 SD karena sering dibully teman-temannya. Sekarang, beliau berusaha mencari penghasilan sendiri. kehidupan keluarganya juga jauh dari kata layak, A Burhan dan kedua orang tuanya tinggal di rumah tua peninggalan neneknya. Atapnya banyak yang bocor, sementara beberapa bagian dinding dan kayunya sudah mulai rapuh. Ayahnya sendiri bekerja sebagai penjual meja kayu milik orang lain, dengan penghasilan yang nggak menentu.
Di tengah hidup yang serba terbatas, A Burhan tetap berusaha mandiri. Bahkan, kalau punya rezeki lebih, beliau masih menyisihkan uangnya untuk berbagi makanan kepada pemulung atau pengemis yang ditemuinya di jalan. Respeck, orang yang hidupnya sendiri penuh kesulitan ini masih berusaha membantu orang lain.

Yuk, bantu ringankan perjuangan A Burhan. Nggak harus nunggu punya banyak uang untuk bisa membantu. Sedikit rezeki yang kita sisihkan bisa jadi dukungan berarti buat A Burhan, supaya beliau bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan punya kesempatan untuk hidup lebih layak, Jangan biarkan A Burhan terus berjuang sendirian. bantu Beliau dengan cara:

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.
Ajak teman dan keluargamu ikut membantu lewat halaman galang dana milikmu sendiri.
Gabung