Diperbarui 14 October 2026, 03:00 WIB
"Saya selalu menangis jika liat anak-anak seusianya bisa bermain dan berlari. Sedangkan Mazid hanya bisa saya gendong"

Di saat kondisi Mazid sedang parah-parahnya, dia justru kehilangan dukungan dari sang ayah, tega sang ayah pergi meninggalkan keluarga kecil ini begitu saja. Cobaan berat yang dilalui Ibu Sari, sang suami yang seharusnya menjadi tulang punggung keluarga tega meninggalkan Bu Sari dan anaknya, padahal saat itu Mazid harus menjalani pengobatan di rumah sakit. Dan pada akhirnya, sampai saat ini di usia Mazid 9 tahun belum pernah menjalani pengobatan sekalipun.

Sedihnya lagi Bu Sari harus mencari pinjaman dan terlilit hutang untuk mencukupi kebutuhan anak-anaknya. "Saya kadang gak kuat menanggung beban ini sendirian, anak sakit gak punya biaya untuk berobat, kadang kami harus menahan lapar. Pernah berfikir mau mengakhiri hidup, tapi saya ingat lagi anak-anak" Ujar Bu Sari sambil menangis

Saat ini kondisi Mazid tidak seperti anak normal lainnya, ia hanya bisa terbaring lemah, dengan kedua tangan dan kakinya keras dan mengecil. Namun apa daya, penghasilan dari jualan kripik tidak mencukupi untuk membawa Mazid berobat. Untuk makan sehari-haripun sangat kekurangan, belum lagi iapun harus memikirkan kebutuhan kakak dan adik Mazid. "Dari kecil Mazid jarang dikasih susu, makannya badannya sangat kurus kering" Ujar Bu Sari

Selain itu, karena tidak berobat menyebabkan pertumbuhannya tidak seperti anak pada umumnya. Ia lumpuh, tidak bisa bicara dan tubuhnya sangat kurus sekali. Untuk memenuhi ke 3 anaknya, setiap hari Bu Sari menjajakan dagangannya menyusuri jalanan sambil menggendong sang anak. Tak jarang jika ia merasa lapar, Bu Sari pun dengan terpaksa memakan makanan yang dijualnya hanya sekedar mengganjal rasa laparnya.

"Barang yang saya jual milik orang, saya hanya bantu jualin. Kalo laku saya dikasih upah 20-30ribu. Itupun saya harus jalan seharian. Sering juga gak laku sama sekali" Ujar Bu Sari Selain berjualan keliling, untuk mencari tambahan Bu Sari bekerja serabutan di tetangganya, ia membantu membuat keset. Upah yang diberikan pun tak seberapa, tak lebih dari 20ribu. Saat ini Bu Sari berjuang untuk ke 3 anaknya, dan yang paling penting menggumpulkan biaya pengobatan Mazid dan biaya sekolah anaknya yang paling besar, karena putus sekolah tidak ada biaya.

Walaupun dengan kondisi ekonomi yang sulit, Bu Sari tetap dengan tulus merawat dan menyayangi anaknya tersebut. "Kadang saya suka kepikiran kalau saya gak ada nanti, siapa yang mau mengurus Mazid". Ujar Bu Sari sambil menangis "Saya selalu menangis jika liat anak-anak seusianya bisa bermain dan berlari. Sedangkan Mazid hanya bisa saya gendong" Tambahnya Bu Sari memiliki keinginan untuk memiliki usaha sendiri dirumah, agar tak harus membawa anak berjualan berkeliling, karena tak jarang sang anak sakit karena kepanasan atau sekedar terkena angin luar. Sahabat Kebaikan, maukah membantu Bu Sari mewujudkan mimpinya? Meringankan sedikit beban yang ada dipundaknya?. Bantuan darimu akan sangat berharga untuk Bu Sari dan anaknya.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakanbagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.
Semoga Allah memberikan kesembuhan dan kesehatan serta dicukupkan segala kebutuhannya
Ajak teman dan keluargamu ikut membantu lewat halaman galang dana milikmu sendiri.
Gabung