Langkah kecil seorang anak perempuan 10 tahun menyusuri jalanan kota, membawa keranjang merah berisi kerupuk buatan ibunya. Bukan untuk bermain atau bersenang-senang, tapi untuk berjualan. Setiap hari, selepas sekolah, Aqila berjalan dari satu sudut ke sudut lain, menawarkan dagangannya dengan suara lirih namun penuh harapan.
Sejak ayahnya pergi dan tak pernah kembali, hidup menjadi semakin sulit bagi Aqila dan ibunya. Ibunya bekerja seadanya, tapi itu tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itulah, di usia yang seharusnya masih dipenuhi tawa dan mimpi, Aqila harus memikul beban yang begitu berat. Ia tahu, jika ia tidak membantu, maka ibunya akan semakin kesulitan.
Wajahnya yang polos sering kali tampak lelah, namun matanya tetap berbinar penuh semangat. "Kalau aku tidak bekerja, siapa lagi yang akan membantu ibu?" katanya dengan senyuman kecil, meski dalam hatinya ia ingin seperti teman-temannya bermain, belajar tanpa beban, dan menikmati masa kecil tanpa harus khawatir tentang makanan esok hari.
Kadang, dagangannya laku dan ia bisa membawa pulang sedikit uang untuk membantu ibunya. Namun, tak jarang juga ia pulang dengan keranjang yang masih penuh, perut yang kosong, dan air mata yang ia tahan agar ibunya tidak ikut bersedih. Meskipun begitu, Aqila tak pernah menyerah. Ia percaya bahwa hari esok akan lebih baik, bahwa akan ada keajaiban bagi mereka yang terus berusaha.
Tapi, sampai kapan seorang anak sekecil ini harus berjuang sendirian? Sampai kapan ia harus menukar masa kecilnya dengan kerasnya kehidupan?
Mungkin kita tidak bisa mengubah dunia, tapi kita bisa mengubah dunia Aqila. Dengan sedikit kebaikan, kita bisa menjadi alasan bagi Aqila untuk tetap bermimpi, tetap bersekolah, dan tetap memiliki harapan. Mungkin dengan membeli dagangannya, membantu biaya sekolahnya, atau sekadar menyapanya dengan hangat agar ia tahu bahwa ia tidak sendirian.
Aqila adalah bukti nyata bahwa ketegaran bisa ditemukan dalam tubuh kecil yang rapuh. Namun, ia tidak seharusnya berjuang sendiri. Mari kita ulurkan tangan, menjadi cahaya harapan bagi Aqila dan anak-anak lain yang menghadapi kehidupan serupa.
Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk modal usaha dan pemenuhan kebutuhan sandang pangan Pak Hidayat. Dona yang terkumpul juga akan digunakan untuk penerima manfaat lain di bawah naungan Amal Baik Insani.