Disabilitas Sejak Lahir dan Korban Bully. Bantu Asep Bertahan Hidup!
Disabilitas Sejak Lahir dan Korban Bully. Bantu Asep Bertahan Hidup!

Disabilitas Sejak Lahir dan Korban Bully. Bantu Asep Bertahan Hidup!

Rp 250.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
4
Tercapai
0%
Sisa waktu
32 hari

Diperbarui 26 September 2026, 03:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
Sering Di Bully Karna Disabilitas Kini Terpaksa Putus Sekolah dan Jualan Basreng Demi Bertahan Hidup

Cerita

25 September 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Setiap hari, Asep berjualan basreng seharga Rp5.000 di sekitar pom bensin. Ia berkeliling dengan sepeda yang kondisinya sering bermasalah. Penghasilannya pun tidak menentu. Dalam sehari, omzetnya sekitar Rp60.000–Rp70.000, dengan keuntungan kurang lebih Rp20.000–Rp40.000. Kalau dagangan sedang sepi, Asep pulang. Kalau tidak punya modal, atau Ibu tidak sempat membuat basreng, Asep mengamen. Bukan karena ia tidak punya keinginan lain. Tapi karena di rumah ada Ibu dan dua adiknya yang harus dibantu. Ayah Asep sudah berpisah dengan Ibu dan kini sedang sakit stroke. Sementara Ibu berjualan cireng keliling, berusaha memenuhi kebutuhan keluarga semampunya. Bahkan masih ada utang sekitar Rp1,2 juta yang harus dibayar untuk keperluan kelulusan salah satu anaknya. Sejak kecil, hidup Asep memang tidak mudah. Di usia 3 tahun, Asep mengalami radang otak. Kondisinya membuat ia mengalami kesulitan dalam bergerak dan menjalani fisioterapi hingga usia 11 tahun. Karena keterbatasan biaya, fisioterapi kemudian berhenti. Asep juga pernah mencoba kembali menjalani fisioterapi ketika berusia 14 tahun. Namun karena merasa sangat lelah dan hasilnya tidak banyak terasa, ia memilih berhenti. Pendidikan Asep pun terhenti di kelas 3. Ia pernah mengalami perundungan yang begitu berat hingga harus masuk rumah sakit setelah dibanting. Ia sempat mencoba melanjutkan sekolah di SLB selama dua minggu, tetapi akhirnya tidak diteruskan. Sejak kecil, Asep juga sering menjadi bahan ejekan karena kondisi fisiknya. Bahkan sampai sekarang, ketika ia berjalan, terkadang ada anak-anak yang menirukan cara berjalannya atau menertawakannya. Asep tumbuh tanpa banyak teman. Namun ada satu hal yang tidak pernah berhenti ia lakukan: berusaha. Meski terkadang masih mengalami kejang, sakit kepala, sakit perut, dan pernah terjatuh saat membawa dagangannya, Asep tetap mencoba berjualan. Bahkan ia pernah dikejar dan dipalak orang mabuk ketika sedang mencari nafkah. Tapi keesokan harinya, ia kembali berjualan. Karena bagi Asep, pulang membawa sedikit uang jauh lebih berarti daripada pulang dengan tangan kosong. Ada satu harapan sederhana yang Asep punya. Ia ingin memiliki modal yang cukup agar Ibu tidak perlu lagi berjualan cireng keliling. Asep ingin Ibu cukup berjualan di satu tempat. Dan di balik semua perjuangan Asep, Ibu menyimpan harapan lain: bisa menyekolahkan adiknya Asep yang baru lulus SMK hingga kuliah. Dulu, Ibu pernah begitu tidak tega melihat kondisi Asep sampai dalam doanya ia berharap agar Asep tidak lagi merasakan penderitaan. Tapi siapa sangka… Anak yang dulu begitu ia khawatirkan justru kini menjadi salah satu orang yang membantu menopang keluarganya. Asep mungkin tidak memiliki banyak. Sepeda yang ia gunakan sering bermasalah. Modalnya terbatas. Penghasilannya tidak menentu. Tubuhnya pun memiliki keterbatasan. Tapi setiap hari, Asep tetap memilih untuk mencoba. Karena bagi Asep, berjualan bukan sekadar mencari uang. Ini adalah caranya membantu Ibu. Caranya menjaga keluarganya. Dan caranya membuktikan bahwa dirinya tetap mampu berjuang. Kalau kamu ingin membantu Asep, dukungan kecil dari kita bisa menjadi tambahan modal untuk dagangannya, membantu memperbaiki alat transportasinya, dan perlahan mewujudkan harapannya agar Ibu tidak perlu lagi berjualan keliling. Semoga suatu hari nanti, Asep tidak perlu lagi berjuang sendirian.

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Doa & Donasi

Lihat semua
Anonim
Rp 100.000
26 September 2026, 00:19

Semoga berkah bang, gua alhamdulillah bisa membantu walaupun belum bisa banyak. Semoga bisa membatu, semoga rezekinya makin banyak dan berkah. Aaminn.