KAYU JADI SATU SATUNYA HARAPAN ABAH ARMA UNTUK BERTAHAN HIDUP DAN BISA MAKAN!
KAYU JADI SATU SATUNYA HARAPAN ABAH  ARMA UNTUK BERTAHAN HIDUP DAN BISA MAKAN!

KAYU JADI SATU SATUNYA HARAPAN ABAH ARMA UNTUK BERTAHAN HIDUP DAN BISA MAKAN!

Rp 1.048.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
16
Tercapai
3%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 22 October 2026, 03:00 WIB

Penggalang Dana

WAN Kuningan
Lembaga resmi terverifikasi

Cerita

04 September 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

"Abah sudah lelah hidup susah terus... Abah sering berpikir ingin segera meninggal saja," ucap Abah Arma (79 thn) lirih, tatapannya kosong menatap jalanan sepi. Kalimat pilu itu keluar dari bibir seorang lansia yang jiwanya telah patah oleh kemiskinan yang mencekik. Sejak kepergian sang istri tercinta, dunia Abah berubah menjadi tempat yang teramat asing dan kejam untuk ia lalui seorang diri.Setiap pagi, dengan sisa-sisa tenaga di tubuh rentanya, Abah mengayuh sepeda tua menyusuri perumahan demi perumahan. Matanya jeli mencari potongan kayu bekas yang dibuang orang. Kayu-kayu berat itu ia kumpulkan di atas sepedanya untuk kemudian dijual. Namun, dunia sering kali acuh. Dari pagi hingga matahari terbenam, sering kali tak ada satu pun orang yang sudi membeli kayu Abah. Jika beruntung laku, uang yang didapat tidak pernah lebih dari Rp10.000, atau terkadang hanya ditukar dengan sebungkus nasi putih.Saat dagangan sepi, lapar menjadi musuh paling nyata bagi Abah. Saking laparnya, tubuh ringkihnya sering kali bergetar hebat di pinggir jalan. Kepalanya pusing, tenaganya habis total, hingga Abah hanya bisa terduduk lemas di aspal, tak sanggup lagi untuk sekadar berdiri. Di saat seperti itu, ingatan tentang almarhumah istrinya kian menusuk dada. Abah merasa sendirian dan tak lagi punya pegangan hidup.Kondisi rumah asli Abah sudah sangat memprihatinkan dan tidak layak huni. Kini, ia terpaksa menumpang tinggal di rumah anaknya. Namun, sang anak pun hidup dalam keterbatasan yang nyata sebagai buruh cuci (steam) motor. Penghasilan anaknya yang pas-pasan membuat mereka harus berhemat luar biasa, dan Abah tidak ingin terus-menerus menjadi beban bagi darah dagingnya sendiri. Sobat Berdampak, Abah Arma adalah salah satu dari sekian banyak lansia yang terancam kehilangan harapan hidupnya karena himpitan ekonomi. Di usia yang sudah senja ini, beliau tidak meminta kemewahan. Abah hanya ingin merasakan ketenangan, perut yang terisi kenyang, dan sisa usia yang bahagia tanpa perlu gemetar kelaparan di jalanan lagi.​Mari kita hadir sebagai alasan Abah Arma untuk kembali tersenyum dan percaya bahwa masih banyak orang baik di dunia ini.

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Doa & Donasi

Lihat semua
N
Rp 20.000
12 September 2026, 06:53

Jadi #SirkelBaik

Ajak teman dan keluargamu ikut membantu lewat halaman galang dana milikmu sendiri.

Gabung

Teman Baik

Lihat semua