Tinggal di Ruang Sempit, Jalan Kaki Belasan Kilometer. Tapi Bah Hoho Tetap Berjuang Di Usia Tua Nya

Tinggal di Ruang Sempit, Jalan Kaki Belasan Kilometer. Tapi Bah Hoho Tetap Berjuang Di Usia Tua Nya

Rp 570.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
15 Donatur
21 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 13 May 2026 00:00 WIB

Penggalang Dana

Zillenial Action

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
TINGGAL DI WARTEL! Lansia Penjual Asongan Yang Berjuang Demi Keluarga Di Kampung

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

04 May 2026

Di usia yang seharusnya diisi dengan istirahat dan kebersamaan keluarga, Abah Hoho (64 tahun) justru masih harus berjuang keras di jalanan. Setiap pagi sejak pukul 6, Abah sudah memanggul dagangannya berupa air mineral dan permen, berjalan kaki menyusuri jalanan Bandung Barat hingga belasan kilometer. Ketika tenaga mulai habis, Abah tetap memaksakan diri berhenti di perempatan lampu merah, menawarkan dagangannya dengan risiko yang tidak kecil.



Seharian penuh berjualan, penghasilan yang didapat Abah sangat tidak menentu. Dalam sehari, ia hanya membawa pulang sekitar Rp30.000 hingga Rp45.000, bahkan tak jarang hanya Rp10.000 atau pulang tanpa hasil. Uang tersebut hanya cukup untuk makan sekali sehari, sementara sisanya disimpan sedikit demi sedikit untuk dikirimkan kepada istri dan anaknya di Garut. Jarak yang jauh membuat Abah tidak bisa pulang setiap hari.


Ia hanya bisa pulang satu hingga dua bulan sekali, setelah merasa cukup mengumpulkan ongkos dan nafkah untuk keluarga. Kini, kondisi hidup Abah semakin memprihatinkan. Ia tinggal di sebuah bangunan bekas wartel berukuran kecil, sekitar 2 x 1,5 meter. Tempat itu bukan pilihan, melainkan satu-satunya yang tersisa setelah Abah harus meninggalkan kontrakannya karena tidak mampu membayar sewa selama dua bulan. Beruntung, ada orang baik yang mengizinkan Abah menempati bangunan tersebut untuk berteduh.


Puluhan tahun sudah Abah merantau dari Garut ke Bandung demi mencari nafkah. Namun, seiring waktu, hasil dagangannya semakin menurun. Tenaga yang tak lagi sekuat dulu membuat langkahnya semakin berat, sementara kebutuhan hidup tetap berjalan tanpa kompromi. Meski hidup dalam keterbatasan, Abah Hoho tidak pernah menyerah.


Ia terus berjalan, terus berjualan, dan terus berharap bahwa suatu hari akan ada uluran tangan yang bisa meringankan beban hidupnya. Kini, Abah hanya membutuhkan sedikit bantuan agar bisa hidup lebih layak, memiliki tempat tinggal yang lebih aman, serta tidak harus terus memaksakan tubuhnya yang renta untuk bertahan di jalanan setiap hari.


Klik Donasi Sekarang;

Masukan nominal donasinya;

Pilih metode pembayaran;

Dapatkan laporan via email.



 

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

10 May 2026 11:18
Rp 20.000
Amin
semogaa abah diberi kesehatan, kemudahan dan dijauhkan dr orang orang jahat. Semoga aku lolos utbk aamiin...