Penghasilan Minim, Tapi Ada Kucing-Kucing Terluka yang Bergantung Padanya

Penghasilan Minim, Tapi Ada Kucing-Kucing Terluka yang Bergantung Padanya

Rp 14.116.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
129 Donatur
20 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 01 June 2026 03:00 WIB

Penggalang Dana

Global Sedekah Movement

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
Jual Layang-Layang Tak Menentu, Pak Nana Kesulitan Memberi Makan Kucing yang Diselamatkan

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

22 April 2026

“Kalau kita makan, kucing juga harus makan. Tapi kalau kita tidak makan, bagaimana caranya kucing bisa makan…” tutur Pak Nana.


keliling, bersama istrinya Bu Rita telah membuka penampungan kucing terlantar di rumah mereka selama lebih dari 5 tahun. Berawal dari kepedulian terhadap kucing-kucing jalanan yang sering menjadi korban kekerasan dan terluka, mereka merawat puluhan kucing.


Namun jumlah tersebut terus berkurang—dari sekitar 30 ekor, menjadi 13, hingga kini tersisa 5 ekor saja. Sebagian meninggal karena penyakit dan virus, ada yang diracun, dan ada juga yang beruntung diadopsi.


Saat ini, kondisi ekonomi menjadi hambatan terbesar bagi Pak Nana untuk terus menolong lebih banyak kucing. Penghasilannya sebagai penjual layang-layang berkisar antara Rp300.000 hingga Rp500.000 per bulan dan sangat bergantung pada cuaca. Di musim kemarau penjualan cukup baik, namun saat musim hujan seperti sekarang, penghasilannya menurun drastis.

Meski keinginan untuk terus menyelamatkan kucing jalanan sangat besar, Pak Nana harus menahan diri karena khawatir tidak mampu merawat mereka dengan layak. Bahkan untuk kebutuhan kucing yang ada saat ini pun sudah sangat berat. Biaya pakan, vitamin, obat, dan pasir setiap bulan jauh melebihi penghasilannya.


Kondisi kucing-kucing yang dirawat pun cukup memprihatinkan. Tanpa kandang karantina dan keterbatasan biaya berobat ke dokter hewan, penyakit menular menyebar. Akibatnya, beberapa kucing mengalami kerusakan serius pada mata, bahkan ada yang kehilangan penglihatan. Bu Rita hanya mampu merawat luka dengan cara sederhana menggunakan air hangat dan salep seadanya.

Meski sering menahan sakit akibat penyakit yang dideritanya, Pak Nana tetap berkeliling berjualan layang-layang. Bahkan di tengah keterbatasannya, ia masih menyempatkan diri memberi makan kucing-kucing liar yang ditemuinya di jalan.


Pak Nana dan Bu Rita berharap dapat memberikan kehidupan yang lebih baik bagi kucing-kucing tersebut—mulai dari pengobatan, penyediaan kandang steril, hingga kebutuhan pakan dan obat-obatan. Mereka juga berharap memiliki tambahan modal usaha agar penghasilan lebih stabil, sehingga bisa terus merawat dan menyelamatkan lebih banyak kucing terlantar.


Kini, harapan itu bergantung pada kepedulian kita bersama. Bantuan sekecil apa pun akan sangat berarti untuk keberlangsungan hidup kucing-kucing yang mereka rawat, sekaligus mendukung perjuangan Pak Nana dan keluarganya.



  1. Klik Donasi Sekarang;
  2. Masukan nominal donasinya;
  3. Pilih metode pembayaran;
  4. Dapatkan laporan via email.

 

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Ijh sima

31 May 2026 - 22:35
Rp 50.000
Amin
Semoga Bapak dikuatkan Dan mpus sehat dan happy selalu ya