Pak Sulaiman adalah penjual pisau dapur dan parutan keliling yang hidup dengan berbagai keterbatasan. Setiap hari, ia berjalan dari kampung ke kampung sambil membawa dagangannya, meski kondisi fisiknya mengalami disabilitas yang membuat langkahnya tak lagi kuat dan sering goyah.Barang dagangan yang ia jual bukan miliknya sendiri.

Pak Sulaiman hanya mengambil upah dari hasil penjualan yang sangat minim, itu pun jika dagangannya laku. Saat sepi pembeli atau cuaca tak bersahabat, penghasilannya bisa jauh berkurang, bahkan kadang hanya cukup untuk ongkos pulang, tak bisa beli makan sehari-hari.
Di rumah, Pak Sulaiman tinggal bersama sang istri tercinta yang tuna rungu. Kondisi ini membuat sang istri sangat sulit mendapatkan pekerjaan. Ia hanya bisa membantu sebisanya, seperti membuat parutan dari kaleng bekas dengan alat seadanya. Komunikasi di antara mereka pun sering terhambat, namun keduanya saling memahami lewat kesabaran dan kebersamaan.
Dengan penghasilan yang minim dan tidak menentu, Pak Sulaiman kerap harus berutang ke warung demi membeli beras dan lauk pauk untuk bertahan hidup. Rumah yang mereka tempati berada di daerah pelosok, berupa rumah panggung dari kayu dan bilik. Atapnya sering bocor saat hujan turun, dan kamar mandinya hanya terbuat dari kayu serta spanduk bekas. Akses menuju rumah Pak Sulaiman sangat sulit. Jalanan menanjak dan licin saat hujan membuatnya semakin kesulitan berjalan. Tak ada kendaraan umum yang bisa masuk. Untuk naik ojek pun, Pak Sulaiman harus berjalan sekitar 1 kilometer terlebih dahulu menuju pangkalan ojek, karena sepeda motor tak bisa menjangkau rumahnya.

Kondisi fisiknya yang terbatas membuat Pak Sulaiman sering kelelahan saat berjualan. Ia harus kerap berhenti untuk beristirahat. Tak jarang pula ia terjatuh atau terpeleset di jalan, bahkan pernah terserempet motor hingga terpental ke pagar dan mengalami luka memar serta goresan di lengannya. Awalnya, Pak Sulaiman berjualan tanpa papan atau tulisan apa pun. Ia hanya mengandalkan suara. Namun sering kali ia disangka meminta-minta, sesuatu yang sangat ia hindari. Ia tidak ingin memanfaatkan keterbatasan fisiknya untuk dikasihani. Akhirnya, ia memutuskan mengenakan tulisan di leher agar orang-orang tahu bahwa ia benar-benar sedang berjualan.
Untuk berjalan, Pak Sulaiman hanya mengandalkan tongkat kayu seadanya. Ia belum mampu membeli tongkat bantu yang layak karena keterbatasan biaya. Alat-alat untuk membuat parutan pun sebagian besar ia pinjam dari saudaranya. Bahkan ada beberapa alat yang terpaksa ia beli dengan cara mencicil semampunya. Di balik tubuh yang lelah dan langkah yang tertatih, Pak Sulaiman hanya ingin hidup dengan layak, bekerja dengan aman, dan tidak terus-menerus terjebak dalam utang.

Hari ini, uluran tangan kita bisa menjadi harapan baru bagi Pak Sulaiman dan istrinya, agar mereka bisa menjalani hidup dengan lebih aman, layak, dan bermartabat.
Sobat Berdampak! Mari wujudkan Ramadan yang penuh dengan kebaikan melalui campaign dan program Semua Berhak Dirayakan. Kalian dapat berpartisipasi dengan menyebarkan campaign ini dan berdonasi dengan cara:

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
Assalamua'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hallo, Sobat Berdampak!
Abah Ajat merupakan seorang lansia dengan kondisi rentan yang tidur di atas karung dan bekerja sebagai penjual mainan lato-lato keliling. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan bahan pokok dan santunan tunai.
Alhamdulillah kita telah melaksanakan program penyaluran Semua Berhak Nyaman untuk Abah Ajat.
Kami mewakili Abah Ajat dan keluarga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Sobat Berdampak atas donasi dan dukungan yang telah diberikan.
Alhamdulillah, bantuan sudah diterima dan disambut dengan rasa syukur serta bahagia oleh Abah Ajat sekeluarga.
Terima kasih atas kebaikan yang telah dibagikan.
Salam hangat,
Ayo Kita Peduli