RELA MENUKAR JAKET LUSUH SATU-SATUNYA DEMI SEBUNGKUS NASI Membuat Abah Ude Kini Harus Menggigil Hebat Setiap Kali Hujan Turun

RELA MENUKAR JAKET LUSUH SATU-SATUNYA DEMI SEBUNGKUS NASI Membuat Abah Ude Kini Harus Menggigil Hebat Setiap Kali Hujan Turun

Rp 80.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
2 Donatur
25 hari lagi
DONASI SEKARANG
Terakhir diperbarui pada 17 June 2026 21:00 WIB

Penggalang Dana

Yayasan Lentera Saling Berbagi Kebaikan

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
Tidur Di Tumpukan Sampah! Abah Ude Bertahan dari Memulung

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

12 June 2026

Teriknya matahari dan panasnya aspal tak pernah dihiraukan. Dengan perut kosong, tubuh renta itu terus dipaksa berjalan. Sebab hanya dengan cara itulah Abah Ude (70 tahun) memiliki harapan untuk bisa makan hari ini. Keringat bercucuran membasahi tubuhnya yang lemah. Dari satu tempat sampah ke tempat sampah lainnya, Abah Ude mencari barang-barang bekas yang masih bisa dijual. Setiap tumpukan sampah menjadi harapan agar ia dapat bertahan hidup. Namun hasil yang didapat sangatlah kecil. Jika beruntung, Abah Ude hanya memperoleh Rp10.000 hingga Rp30.000 dari hasil menjual barang bekas yang dikumpulkannya seharian. Jumlah yang bahkan sering kali hanya cukup untuk membeli makan seadanya.


Lebih miris lagi, Abah Ude tidak memiliki tempat tinggal. Saat malam tiba, beliau hanya bisa beristirahat di dekat tumpukan sampah atau sesekali menumpang tidur di gudang tua yang sudah reyot di pinggir jalan. Bau menyengat dan dinginnya malam seolah telah menjadi bagian dari kehidupannya. Rasa lapar adalah penderitaan yang paling sering beliau rasakan. Tak jarang Abah Ude harus menahan lapar seharian karena uang yang didapat habis untuk membeli air minum dan obat-obatan akibat kondisi tubuhnya yang sering sakit.


Pernah suatu ketika, Abah Ude sudah tidak makan sejak hari sebelumnya. Dalam kondisi sangat lapar, beliau terpaksa menukar jaket lusuh yang selalu dipakainya dengan sebungkus nasi agar bisa mengisi perutnya. Padahal jaket tersebut adalah satu-satunya pelindung dari hujan dan dinginnya angin malam. Setelah menukarnya, Abah Ude hanya bisa menggigil setiap kali hujan turun karena tak lagi memiliki pakaian hangat untuk melindungi tubuhnya. Hidup Abah Ude adalah potret perjuangan yang tak kunjung usai. Tidak ada keluarga yang menemani, tidak ada rumah untuk pulang, dan tidak ada kepastian apakah esok beliau masih bisa makan atau tidak.


Sahabat Kebaikan, saat ini mungkin kita bisa menikmati makanan dengan nyaman dan berkecukupan. Namun di luar sana, masih ada Abah Ude dan banyak lansia lainnya yang harus berjuang setiap hari hanya untuk mengisi perut yang kosong. Maukah kita berbagi sedikit rezeki untuk membantu Abah Ude mendapatkan makanan yang layak, tempat beristirahat yang aman, dan kehidupan yang lebih manusiawi di masa senjanya? Cara Berdonasi: 1. Klik tombol "Sumbang Sekarang" 2. Masukkan nominal donasi 3. Pilih metode pembayaran (E-Wallet, Transfer Bank, atau Virtual Account)


Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal kebaikan yang menghadirkan manfaat bagi Abah Ude serta menjadi jalan datangnya keberkahan, kemudahan urusan, dan rezeki yang berlipat ganda bagi para dermawan. Aamiin.


Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

14 June 2026 04:45
Rp 50.000
Amin
Bismillah sehat, rezeki berlimpah, dagangan laris,semua kewajiban tertutupi, ka lulus masuk univeristas negri, adek lulus naik kelas, umroh bareng anak² dan dot beasiswa utk anak² Aammiiiiinn Yaa Allah