IDAP KANKER PARU-PARU!!! Bu Suryati Jual Tisu Demo Obati Anaknya Yang Sakit TBC
IDAP KANKER PARU-PARU!!! Bu Suryati Jual Tisu Demo Obati Anaknya Yang Sakit TBC

IDAP KANKER PARU-PARU!!! Bu Suryati Jual Tisu Demo Obati Anaknya Yang Sakit TBC

Rp 120.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
2
Tercapai
0%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 20 July 2026, 00:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
THE POWER OF KINDNESS

Cerita

19 June 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Ibu Suryati, seorang penjual tisu keliling, sudah berusia 68 tahun. Setiap hari, dari jam 8 pagi hingga 4 sore, beliau berjualan tisu kecil seharga dua ribu rupiah yang jadi satu-satunya cara untuk bertahan hidup. Ia mengambil stok tisu dari grosir terdekat dan baru membayar setelah dagangannya habis terjual.

Dari setiap tisu yang terjual, beliau hanya mendapatkan seribu rupiah.Walaupun tubuhnya sudah lemah, Ibu Suryati masih tetap berusaha menawarkan tisu ke orang-orang yang lewat atau yang sedang makan di warung. Namun, seiring bertambahnya usia, kondisi fisiknya semakin terbatas. Beliau tidak lagi bisa berlari-lari mengejar mobil yang sering menjadi sasaran pembeli tisu.

 

Meskipun tisu yang dijualnya hanya seharga dua ribu rupiah, sering kali orang-orang tidak tertarik membeli. Penghasilannya yang kecil, seringkali untuk makan aja tak tercukupi.Sudah lebih dari 8 tahun, anak Ibu Suryati menderita sakit paru-paru yang kronis. Kondisi fisiknya semakin melemah, sehingga ia tidak dapat bekerja dalam pekerjaan yang lebih berat.

Mereka tinggal bersama di sebuah rumah kontrakan yang harganya 700 ribu rupiah per bulan, namun keadaan mereka semakin sulit.Ibu Suryati sebenarnya membutuhkan kemoterapi untuk pengobatan penyakit yang dideritanya, namun karena keterbatasan biaya, pengobatan tersebut terhenti.

 

Bahkan, mereka pernah tidur di jalan, di masjid, atau di stasiun karena tidak memiliki uang untuk tinggal.Meskipun hidup mereka penuh kesulitan, Ibu Suryati masih memiliki impian yang sangat sederhana. Jika ia memiliki modal, Ibu Suryati ingin membuka usaha nasi kuning. Dengan berjualan nasi kuning, beliau berharap bisa berhenti keliling menjual tisu dan memperoleh penghasilan yang lebih stabil. Penghasilan dari jualan nasi kuning tidak hanya akan membantu mereka untuk hidup lebih layak, tetapi juga akan digunakan untuk biaya pengobatan Ibu Suryati dan membeli tabung oksigen untuk anaknya yang sangat membutuhkannya.

Saat ini, setiap hari Ibu Suryati dan anaknya hanya mengandalkan penghasilan dari tisu saku, namun itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka yang mendesak. Ibu Suryati sangat berharap bisa mendapatkan bantuan agar bisa memulai usaha baru yang lebih menjanjikan dan mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.

 

Sobat Berdampak! Mari wujudkan Ramadan yang penuh dengan kebaikan melalui campaign dan program Semua Berhak Dirayakan. Kalian dapat berpartisipasi dengan menyebarkan campaign ini dan berdonasi dengan cara: 

  1. Klik Tombol Donasi Sekarang
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran (Go-Pay/ OVO/virtual account)
  4. Dapatkan Laporan Via Email

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat. 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Ayo Kita Peduli
20 October 2026

THE POWER OF KINDNESS

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Hallo, Sobat Berdampak!


Setiap kebaikan yang diberikan, sekecil apa pun, selalu memiliki arti bagi mereka yang membutuhkan. Melalui program The Power Of Kindness, Ayo Kita Peduli bersama Sobat Berdampak terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan kehidupan.


Pada kesempatan ini, bantuan telah disalurkan kepada penerima manfaat berupa santunan tunai, kebutuhan pokok, dan tambahan modal usaha sebagai bentuk dukungan dan kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka.


Dek Udi: Seorang anak 6 tahun dengan kondisi mulut penuh sariawan dan keadaan ekonomi keluarga yang penuh dengan keterbatasan, membantu orang tuanya dengan bekerja sebagai penjual ATK di jembatan penyebrangan. Bantuan yang diberikan berupa santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, kebutuhan penunjang pendidikan, tambahan modal usaha, biaya kontrakan, dan biaya pendidikan.


Abah Mamat: Seorang lansia penjual buah yang berjuang demi kesehatan cucu dan anaknya yang depresi. Bantuna yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai, kebutuhan bahan pokok, dan tambahan modal usaha.


Dek Seana: seorang balita yang lahir dengan kondisi organ di luar perut. Bantuan yang disalurkan berupa santunan kesehatan.


Pak Sani: Seorang kakak dengan kondisi tunawicara yang bekerja sebagai driver ojek online. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok.


Abah Ade: Lansia pejuang nafkah yang bekerja sebagai penjual kaligrafi, yang mengharuskannya memikul beban 30kg setiap hari. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai.


Abah Isep: Lansia tunarungu dan tunawicara yang menjadi pejuang nafkah dengan berjualan kopi walaupun kondisinya sudah sangat ringkih. Bantuan yang disalurkan dalam bentuk santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok.

Kebaikan yang Sobat Berdampak titipkan tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan, tetapi juga menjadi penguat semangat, harapan, dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.


Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini. Semoga setiap langkah yang kita lakukan bersama dapat terus menghadirkan manfaat dan menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan.


Karena pada akhirnya, kebaikan yang dibagikan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali menjadi keberkahan.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi

Lihat semua
Anonim
Rp 50.000
20 June 2026, 20:07