AYAH LUMPUH KORBAN TABRAK LARI TANPA PENGOBATAN MEDIS, Agus jadi tulang punggung keluarga.

AYAH LUMPUH KORBAN TABRAK LARI TANPA PENGOBATAN MEDIS, Agus jadi tulang punggung keluarga.

Rp 0
terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donatur
29 hari lagi
DONASI SEKARANG
Terakhir diperbarui pada 19 March 2026 03:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
TAK PERNAH SEKOLAH DAN TAK TAHU NAMA LENGKAP SENDIRI, masa kecil Agus (13) terenggut.

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

18 March 2026

Di usia 13 tahun, Agus seharusnya sedang asyik bermain dan belajar di sekolah. Namun, kenyataan pahit merenggut masa kecilnya. Agus bahkan tidak tahu nama lengkap atau usianya sendiri karena sejak kecil tak pernah merasakan bangku sekolah akibat kemiskinan. Keadaan kian menyedihkan setelah sang ibu meninggal dunia, dan dua adiknya terpaksa diadopsi orang lain karena keluarga tak mampu memberi makan. Kini, Agus tinggal berdua dengan ayahnya, Pak Saripudin, di sebuah gubuk tidak layak di pinggir sawah warga.

Penderitaan keluarga ini bermula saat Pak Saripudin menjadi korban tabrak lari yang menyebabkan kaki kanannya lumpuh total dan pinggangnya membengkak hebat. Tanpa pengobatan medis yang layak, sang ayah hanya bisa berjalan tertatih menggunakan tongkat kayu buatan sendiri. Kehilangan kemampuan bekerja, tanggung jawab mencari nafkah kini sepenuhnya berada di pundak Agus. Ia berkeliling menjajakan siomay kering mini, meski seringkali harus berhenti jualan karena modalnya habis terpakai untuk membeli kebutuhan makan sehari-hari.

Hidup di gubuk yang jauh dari pemukiman membuat akses mereka sangat terbatas. Di dalam bangunan rapuh itu, seringkali tak ada aroma masakan. Agus dan ayahnya lebih sering menahan lapar dan hanya meminum air putih untuk bertahan hidup. Peralatan rumah seperti tabung gas pun sudah habis terjual demi menyambung nyawa. Kondisi keuangan yang hancur membuat Agus tumbuh menjadi anak yang sangat pemalu dan sulit bersosialisasi, ia terasing dari dunia luar karena beban hidup yang terlalu berat.

Sahabat Kebaikan, Agus menyimpan mimpi besar di balik diamnya. Ia ingin sekali bisa sekolah, mengobati kaki ayahnya agar bisa berjalan normal kembali, dan memiliki rumah yang aman untuk berteduh. Mari kita tunjukkan bahwa Agus tidak berjuang sendirian. Uluran tangan Anda adalah harapan bagi Agus untuk melihat masa depan dan memberikan kehidupan yang layak bagi ayahnya. Jangan biarkan mimpi Agus terkubur di gubuk sawah, mari donasi sekarang.

 

 

  • Klik “Donasi Sekarang;
  • Masukan nominal donasinya;
  • Pilih metode pembayaran;
  • Dapatkan laporan via email.

 

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

 

*Page ini merupakanbagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman.

 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama

 

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.