9 tahun Bu Ririn berjuang seorang diri merawat putrinya, Dek Khanzia, yang mengidap Rubella Syndrom sejak lahir. Penyakit langka tersebut membuat Khanzia mengalami berbagai komplikasi serius, mulai dari jantung bocor, gangguan paru-paru, hingga hambatan tumbuh kembang akibat sulitnya tubuh menyerap nutrisi.

Kondisi Khanzia juga menyebabkan ia mengalami tuna rungu, kesulitan berbicara, dan gangguan penglihatan. Dalam kesehariannya, Khanzia membutuhkan perhatian dan pendampingan penuh dari sang ibu. Perjuangan Bu Ririn semakin berat setelah suaminya meninggalkan keluarga. Sejak saat itu, Bu Ririn harus menjalankan peran sebagai ibu sekaligus pencari nafkah. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ia berjualan risoles dan bekerja sebagai penjaga warung nasi dengan penghasilan yang sangat terbatas.

Di tengah keterbatasan ekonomi, Bu Ririn juga masih harus membiayai kebutuhan sekolah anak pertamanya, membantu merawat ibunya yang menderita gagal ginjal, serta memenuhi kebutuhan khusus Khanzia yang memerlukan makanan dan perawatan tertentu setiap hari.

Saat ini kondisi Khanzia membutuhkan perhatian medis yang serius. Selain Rubella Syndrom, ia juga mengalami jantung bocor dan gangguan paru-paru yang berisiko memperburuk kesehatannya apabila tidak mendapatkan penanganan yang memadai.
Keterbatasan biaya membuat pengobatan Khanzia belum dapat berjalan secara optimal. Bu Ririn juga masih menghadapi tunggakan kebutuhan rumah tangga, biaya kontrakan, serta pinjaman yang sebelumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pengobatan anaknya. Tekanan hidup yang berat bahkan pernah membuat Bu Ririn mengalami depresi berat. Namun hingga hari ini, ia tetap bertahan dan terus berjuang demi memberikan harapan hidup yang lebih baik bagi Khanzia.
Dana yang terkumpul akan digunakan untuk:
#SobatAksi, perjuangan Bu Ririn dan Khanzia masih panjang. Dukungan yang diberikan hari ini dapat membantu meringankan beban mereka sekaligus membuka harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Mari bersama-sama membantu Bu Ririn dan Khanzia melewati masa sulit ini.
