Bantu Bocah Penjual Peyek Menikmati Masa Kecil dan Fokus Belajar
Bantu Bocah Penjual Peyek Menikmati Masa Kecil dan Fokus Belajar

Bantu Bocah Penjual Peyek Menikmati Masa Kecil dan Fokus Belajar

Rp 745.000
terkumpul dari Rp 70.000.000
Donatur
9
Tercapai
1%
Sisa waktu
Tanpa batas

Diperbarui 23 October 2026, 15:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
BERDAMPAK BERDAYA II

Cerita

27 January 2026

Di usia 12 tahun, Dek Ranisa seharusnya pulang sekolah, berganti baju, lalu bermain atau belajar di rumah. Namun bagi Ranisa, sepulang sekolah justru berarti memikul keranjang peyek dan berjualan berjam-jam di pinggir jalan. Sejak kelas 5 SD, Ranisa sudah ikut berjualan peyek buatan ibunya.

Setiap hari, ia berdagang bersama sang ibu dan adiknya yang masih berusia 6 tahun. Ayah Ranisa bekerja sebagai penjahit celana dengan penghasilan yang tidak menentu. Karena itulah Ranisa memilih ikut membantu.


Ibunya pernah berjualan sendirian, namun pernah hampir dipukul oleh badut keliling. Semenjak itu, Dek Ranisa ikut berjualan untuk menemani, untuk menjaga, agar ibunya tidak disakiti oleh siapa pun. Sejak saat itu, Ranisa belajar menjadi “dewasa” lebih cepat dari usianya.

Setiap hari, setelah pulang sekolah, Ranisa berjualan dari siang hingga malam. Kadang diantar ayahnya dengan motor yang sering mogok, kadang mereka berjalan kaki bersama. Jika peyek belum habis, mereka akan tetap bertahan sampai larut malam. Harga satu bungkus peyek hanya Rp10.000, dan sering kali masih ditawar. Dalam sehari, keuntungan yang didapat terkadang hanya cukup untuk makan seadanya. Bahkan pernah Ranisa hanya makan nasi dan garam karena dagangan tak laku sama sekali.


Di sela menunggu pembeli, Ranisa mengerjakan PR sekolahnya di jalan. Ia pernah berjualan saat hujan, hingga jatuh sakit selama beberapa hari. Ia juga pernah dimarahi guru karena tidak memiliki ponsel untuk belajar, sebab ponsel miliknya rusak dan harus bergantian menggunakan milik ibunya.

Tak hanya lelah, Ranisa juga harus menghadapi perlakuan yang menyakitkan. Ia pernah dijaili, kerudungnya ditarik hingga dagangannya jatuh dan hancur. Adiknya pun pernah diusir dan hampir disakiti saat ikut berjualan. Namun Ranisa tetap bertahan, menahan tangis, demi membantu orang tuanya.


Di rumah kontrakan kecil yang mereka tempati, Ranisa tinggal bersama ayah, ibu, dan adiknya. Mereka pernah menunggak kontrakan karena ayahnya tidak mendapat pekerjaan. Dua kakaknya sudah berkeluarga dan jarang bisa membantu. Beban hidup kini terasa semakin berat.


Yang paling mengkhawatirkan, Ranisa akan segera lulus SD. Ia belum memiliki biaya untuk melanjutkan ke SMP. Sementara adiknya yang masih kecil juga sebentar lagi harus masuk SD. Masa depan dua anak ini berada di ujung ketidakpastian.


Ibu Ranisa pernah meminta maaf pada anaknya, karena belum mampu memberikan kehidupan yang layak. Namun Ranisa tidak pernah mengeluh. Ia hanya terus berjualan, belajar, dan berharap.

Hari ini, Ranisa tidak membutuhkan rasa kasihan. Ia membutuhkan dukungan nyata.


Donasi Anda bisa menjadi harapan bagi Dek Ranisa dan keluarganya. Mari kita jaga mimpi Ranisa, sebelum padam terlalu cepat. Sekecil apa pun bantuan Anda, akan sangat berarti bagi masa depannya.


Kalian dapat berpartisipasi dalam gerakan ini dengan menyebarkan campaign dan berdonasi dengan cara: 

  • Klik “DONASI SEKARANG”;
  • Masukkan nominal donasinya;
  • Pilih metode pembayaran;
  • Dapatkan laporan via e-mail.


*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat. 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan. 

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Ayo Kita Peduli
23 August 2026

Semua Berhak Nyaman Abah Enjang

Assalamua'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Hallo, Sobat Berdampak!


Abah Enjang Aan merupakan seorang lansia 60 tahun dengan kondisi rentan dan bekerja sebagai penjual kaos kaki keliling. Bantuan yang diberikan berupa medical check up, kebutuhan bahan pokok dan santunan tunai.

Alhamdulillah kita telah melaksanakan program penyaluran Semua Berhak Nyaman untuk Abah Enjang Aan.


Kami mewakili Abah Enjang Aan dan keluarga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Sobat Berdampak atas donasi dan dukungan yang telah diberikan.


Alhamdulillah, bantuan sudah diterima dan disambut dengan rasa syukur serta bahagia oleh Abah Enjang Aan sekeluarga.


Terima kasih atas kebaikan yang telah dibagikan.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi

Lihat semua
Anonim
Rp 25.000
28 April 2026, 02:41

🙏💪