Di usianya yang baru 2 tahun 4 bulan, Muhammad Rifqi Lasadu seharusnya sedang aktif bermain dan mengenal dunia. Namun, bocah malang ini justru harus menghabiskan hari-harinya di dalam kamar yang gelap gulita. Bukan karena keinginan sendiri, melainkan karena cahaya matahari yang hangat bagi kita, terasa seperti tusukan sembilu yang menyiksa matanya.
Lahir di tengah keluarga dengan keterbatasan ekonomi, kelainan pada mata kiri Rifqi sebenarnya sudah terlihat sejak lahir. Bagian hitam matanya tampak melebar tak lazim. Namun, karena ketidaktahuan dan kondisi sulit, orang tua baru bisa membawanya ke rumah sakit saat usia Rifqi satu tahun. Sempat membaik, badai justru datang di bulan Agustus lalu. Mata Rifqi membengkak hebat, memerah, hingga mengeluarkan darah dan merekah keluar.
Kini, keceriaan di wajah menggemaskan itu sirna, digantikan jeritan pilu setiap kali ada secercah cahaya yang masuk ke kamarnya.
"Rifqi trauma sama cahaya. Jendela dibuka sedikit saja dia langsung menangis dan teriak kesakitan," ungkap sang ibu dengan nada bergetar.
Saat rasa sakit itu memuncak, kaki kecil Rifqi akan terasa sangat dingin, ia kehilangan nafsu makan, dan hanya mau memeluk ibunya untuk sekadar menyusu guna menenangkan diri.
Kondisi ekonomi keluarga pun kian terjepit. Ayah Rifqi yang sebelumnya bekerja sebagai buruh lepas, terpaksa berhenti bekerja total demi fokus merawat dan mendampingi pengobatan Rifqi. Saat ini, mereka bertahan hidup hanya dari bantuan keluarga dan kerabat di rumah mertua yang kondisinya juga pas-pasan. Segala cara telah diupayakan, mulai dari pengobatan medis hingga menempelkan daun jarak sebagai ikhtiar tradisional, namun kondisi matanya kian memprihatinkan.
Rifqi kini harus segera dirujuk ke Rumah Sakit untuk mendapatkan penanganan spesialis. Meski memiliki BPJS, kenyataan pahit tetap harus dihadapi: ada banyak tindakan medis, obat-obatan khusus, serta biaya operasional ratusan juta rupiah yang tidak ditanggung oleh jaminan kesehatan. Tanpa biaya tersebut, harapan Rifqi untuk bisa kembali melihat dunia dengan normal perlahan akan padam.
Mari kita bersamai perjuangan Rifqi agar ia tak lagi harus mengurung diri dalam kegelapan. Setiap donasi yang Anda berikan adalah secercah harapan agar Rifqi bisa menjalani tindakan medis yang diperlukan, meredakan nyeri hebatnya, dan mengembalikan senyum di wajah mungilnya. Klik tombol donasi sekarang untuk membantu kesembuhan Muhammad Rifqi Lasadu.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.
Assalamua'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hallo, Sobat Berdampak!
Pak Heri merupakan seorang pedagang kopi dengan kondisi distonia dan epilepsi. Bantuan yang diberikan berupa santunan tunai.
Alhamdulillah kita telah melaksanakan program penyaluran Semua Berhak Nyaman untuk Pak Heri.
Kami mewakili Pak Heri dan keluarga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Sobat Berdampak atas donasi dan dukungan yang telah diberikan.
Alhamdulillah, bantuan sudah diterima dan disambut dengan rasa syukur serta bahagia oleh Pak Heri sekeluarga.
Terima kasih atas kebaikan yang telah dibagikan.
Salam hangat,
Ayo Kita Peduli