Sore hari biasanya jadi waktu paling menyenangkan buat anak-anak, Waktu untuk main, ketawa, dan lupa soal pelajaran sekolah. Tapi nggak buat Dek Willi,Setiap hari, setelah adzan Ashar, anak 11 tahun ini justru mengayuh sepedanya untuk berjualan keripik peyek.

Sejak kelas 2 SD, Willi sudah terbiasa menunggu pembeli. Duduk di pinggir jalan. Menjajakan peyek titipan yang keuntungannya cuma Rp2.000 per bungkus.Kadang sebelum Maghrib sudah habis,Kadang… sampai malam, dan yang laku cuma dua bungkus,Malam itu, Willi pulang cuman bawa uang Rp4.000.

Willi jualan bukan karena orang tuanya nyuruh, Justru karena gak tega melihat ayah dan ibunya terus kekurangan. Ayahnya bekerja sebagai petugas kebersihan harian lepas, Ibunya ibu rumah tangga dengan sambilan kecil di rumah. Di rumah itu ada adik balita, ada kakak SMP, dan sering kali… tidak cukup nasi untuk semua.

Di usianya yang masih kecil Willi udah memikirkan kondisi orang tuanya, Ia memilih berjualan agar gak minta uang jajan, Bisa membantu orang tuanya, dan Bisa jajan lalu dibagi ke adik dan kakaknya. Padahal, uang jajannya sendiri hanya Rp3.000 – Rp5.000. Itu pun kalau orang tuanya sedang punya uang.
Jika orang tuanya lagi gak Ada uang Willi cuman bisa makan cuma dengan lauk garam,bahkan Ia berangkat sekolah tanpa uang sepeser pun.

Mirisnya keseharian Wili gak selalu berjalan lancar, ia pernah jualan saat hujan, Diusir saat sedang berjualan, bahkan mirisnya ia juga pernah Ditipu pembeli, uangnya kurang lalu orangnya kabur... Tapi Willi tidak pernah mengeluh karena dari hasil jualan keripik peyek inilah Wili belajar banyak hal demi bisa gapai impiannya.

Ibunya sering menangis diam-diam. Ayahnya hanya bisa meminta maaf… Karena merasa belum mampu jadi orang tua yang baik. Mereka selalu ingin Willi tidak perlu berdagang lagi. Biar dia fokus sekolah, seperti anak-anak lain.
Sobat Berdampak! Mari wujudkan Ramadan yang penuh dengan kebaikan melalui campaign dan program Semua Berhak Dirayakan. Kalian dapat berpartisipasi dengan menyebarkan campaign ini dan berdonasi dengan cara:

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
Assalamua'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hallo, Sobat Berdampak!
Abah Ajat merupakan seorang lansia dengan kondisi rentan yang tidur di atas karung dan bekerja sebagai penjual mainan lato-lato keliling. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan bahan pokok dan santunan tunai.
Alhamdulillah kita telah melaksanakan program penyaluran Semua Berhak Nyaman untuk Abah Ajat.
Kami mewakili Abah Ajat dan keluarga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Sobat Berdampak atas donasi dan dukungan yang telah diberikan.
Alhamdulillah, bantuan sudah diterima dan disambut dengan rasa syukur serta bahagia oleh Abah Ajat sekeluarga.
Terima kasih atas kebaikan yang telah dibagikan.
Salam hangat,
Ayo Kita Peduli