Usia 13 Tahun, Putus Sekolah Karena Tunggakan Rp900 Ribu, Kini Albie Keliling Jual Donat Demi Hidupi Empat Adiknya
Usia 13 Tahun, Putus Sekolah Karena Tunggakan Rp900 Ribu, Kini Albie Keliling Jual Donat Demi Hidupi Empat Adiknya

Usia 13 Tahun, Putus Sekolah Karena Tunggakan Rp900 Ribu, Kini Albie Keliling Jual Donat Demi Hidupi Empat Adiknya

Rp 50.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
1
Tercapai
0%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 22 March 2026, 00:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
PERJUANGAN SEORANG KAKAK DEMI ADIK TAK PUTUS SEKOLAH

Cerita

19 February 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Albie baru berusia 13 tahun. Di usia ketika anak-anak seusianya duduk di bangku SMP, belajar, bercanda, dan bermimpi, Albie justru sudah memikul tanggung jawab yang bahkan orang dewasa pun belum tentu sanggup menjalaninya.

Albie adalah anak kedua dari lima bersaudara. Seharusnya sekarang ia duduk di kelas 1 SMP. Namun sejak kelas 5 SD, Albie terpaksa berhenti sekolah. Bukan karena malas, bukan karena tidak ingin belajar, melainkan karena ia harus memastikan adik-adiknya tetap bisa makan dan sekolah. Tunggakan sekolah sebesar Rp900.000 menjadi titik akhir pendidikannya.

Sejak putus sekolah, Albie berjualan donat milik tetangganya setiap hari. Ia mulai berkeliling dari pukul 06.30 pagi hingga sore, bahkan tak jarang pulang hingga pukul 7 malam karena dagangannya belum habis. Satu donat dijual seharga Rp2.000, namun keuntungan yang Albie dapatkan hanya Rp500 per buah. Jika donatnya tak laku, ia dimarahi. Jika terlalu sedikit yang terjual, ia juga dimarahi. Kadang, ia hanya bisa memakan donat dagangannya sendiri untuk menahan lapar.

 

Penghasilannya tak menentu, rata-rata hanya Rp20.000–30.000 per hari. Dari jumlah itu, sering kali Albie hanya kebagian Rp10.000 untuk dirinya sendiri. Untuk makan, ia harus berhemat. Bahkan tak jarang ia menahan lapar dan hanya minum air itu pun jika ia punya uang untuk membeli air minum. Albie bahkan tidak memiliki botol minum sendiri.

Karena berjualan donat saja tidak cukup, Albie pernah bekerja sebagai buruh cuci piring di tukang ketoprak, dari pukul 10 pagi hingga 5 sore dengan upah Rp35.000. Kini, ia juga membantu berjualan cuangki: menyiapkan lapak, mencuci piring, mengantar pesanan, hingga membuatkan kopi.

 

Namun beban Albie tak berhenti pada dirinya sendiri. Setiap hari, ia bertanggung jawab memberi bekal Rp5.000 untuk dua adiknya yang berusia 5 dan 10 tahun, serta membeli susu untuk adiknya yang masih berusia 2 tahun. Meski hidup terpisah, Albie juga tetap membantu kebutuhan sekolah adiknya yang lain agar tidak putus sekolah seperti dirinya.

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Ayo Kita Peduli
21 September 2026

Semua Berhak Belajar Dek Albie Tahap 5


Assalamua'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hallo, Sobat Berdampak!


Albie merupakan seorang anak 13 tahun dengan keterbatasan ekonomi yang bekerja sebagai penjual donat keliling demi bisa membayar sekolah adik-adiknya. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan penunjang pendidikan dan biaya kursus belajar.

Alhamdulillah kita telah melaksanakan program penyaluran Semua Berhak Belajar untuk Albie.


Kami mewakili Albie dan keluarga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Sobat Berdampak atas donasi dan dukungan yang telah diberikan.


Alhamdulillah, bantuan sudah diterima dan disambut dengan rasa syukur serta bahagia oleh Albie sekeluarga.


Terima kasih atas kebaikan yang telah dibagikan.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi

Lihat semua
Anonim
Rp 50.000
20 February 2026, 08:12