"Gak apa-apa Fahmi putus sekolah dan cari uang, yang penting adik-adik Fahmi bisa sekolah" Ujar Fahmi

Gurat lelah terpancar dari raut wajahnya, tangannya membawa kotak dagangan buah nanas yang masih penuh belum laku terjual hingga sore hari.

Di usia 15 tahun, seharusnya Fahmi menikmati masa remaja bersama teman sebaya, dan fokus belajar di sekolah. Namun hidup berkata lain, sang ayah meninggal dunia karena kecelakaan ketika Fahmi dalam kandungan sang ibu.
Fahmi dan kedua adiknya tumbuh tanpa kasih sayang sang ayah, sang ibu yang dulunya sebagai tulang punggung keluarga, sudah 2 tahun ini sakit-sakitan karena penyakit jantung yang dideritanya. Dengan terpaksa Fahmi harus putus sekolah dan mengantikan peran sang ibu menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan.

"Sebelumnya saya kerja sebagai ART, tapi sekarang sudah gak kuat lagi kerja. Sering sesak nafas dan mudah lelah, kasian Fahmi harus jualan demi kami bisa makan" Ucap Bu Ela, Ibunda Fahmi
Anak sekecil ini harus menghabiskan separuh hidupnya untuk berjuang menafkahi ibu dan kedua adiknya, belum lagi ia juga harus merawat sang nenek yang sudah sangat renta. Beban di pundaknya begitu berat.

Setiap hari dari pagi hingga sore Fahmi berkeliling menjajakan dagangannya dan pada siang harinya sang adik menemani Fahmi berjualan.

Tak setiap hari buah nanas yang dijualnya laku. Bisa dapat 30-40 ribu sehari saja sudah Alhamdulillah. Tapi untuk dapat penghasilan tersebut amatlah sulit. Tak jarang jika dagangannya belum habis terjual, Fahmi harus pulang sampai malam. Namun dibalik perjuangan tersebut, ia selalu sisihkan sedikit tabungan untuk sekolah adiknya.

“Nememin kak Fahmi jualan, uang yang aku dapatkan selalu aku sisihkan buat keperluan sekolah, soalnya besok aku kalau besar ingin jadi dokter.”Ujar Rika, Adik Fahmi.
Namun sayang, binar wajahnya sedikit memudar saat ia bercerita duka yang ia alami. Rasa khawatir terus mendera batinnya. Ada perasaan takut ditabrak pengendara motor, takut diusir dan dimarahi. Namun sekuat tenaga ia lepas perasaan takut itu. Karena Fahmi harus berjuang keras agar keluarga kecilnya dapat bertahan hidup.

"Kalau lagi lelah, pengen cerita ini itu dan kangen bapak, meskipun Fahmi gak pernah liat bapak. Tapi sebisa mungkin Fahmi ziarah ke makam bapak" Ujar Fahmi
Begitu banyak harapan yang ingin diwujudkannya, memperbaiki rumahnya yang sudah rusak, mempunyai usaha kecil-kecilan di rumahnya dan melanjutkan sekolahnya.
Sahabat Kebaikan, meski ditengah keterbatasan, Fahmi tidak pernah berputus asa untuk berjuang. Yuk, kita bantu temani perjuangannya dan ringankan beban keluarga Fahmi.
1. Klik Donasi Sekarang
2. Masukkan Nominal Donasi
3. Pilih Metode Pembayaran
4. Dapatkan Laporan via Email

Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi segala keperluan keluarga Fahmi. Selain itu, akan digunakan untuk implementasi program dan para penerima manfaat lainnya dibawah naungan Yayasan Ruang Harsa Bestari.