HASIL PANEN TAK TERJUAL! Abah Hadi Hidup Sebatangkara Dan Hanya Makan Nasi Garam
HASIL PANEN TAK TERJUAL! Abah Hadi Hidup Sebatangkara Dan Hanya Makan Nasi Garam

HASIL PANEN TAK TERJUAL! Abah Hadi Hidup Sebatangkara Dan Hanya Makan Nasi Garam

Rp 50.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
2
Tercapai
0%
Sisa waktu
30 hari

Diperbarui 06 November 2026, 21:00 WIB

Penggalang Dana

WAN Kuningan
Lembaga resmi terverifikasi

Cerita

06 November 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Di usia yang sudah 77 tahun, Abah Hadi masih harus berjuang sendirian demi bertahan hidup. Tak memiliki istri maupun rumah untuk ditinggali, kini Abah hanya bisa menumpang hidup di sebuah gubuk sederhana di area pemakaman.


Setiap hari, Abah bekerja di kebun milik orang lain dengan menanam kangkung dan bayam. Dari mulai menanam hingga bisa dipanen, Abah harus melewati waktu sekitar satu bulan. Selama itu pula, setiap hari Abah harus bolak-balik ke kebun untuk merawat tanamannya, meski tubuhnya sudah semakin renta.


Namun, perjuangan Abah belum tentu berbuah hasil yang cukup. Dalam satu kali panen, Abah biasanya hanya mendapatkan keuntungan sekitar Rp150.000–Rp200.000. Itu pun jika ada pengepul yang mau membeli hasil kebunnya. Sebab, ketika waktu panen bertepatan dengan petani lain, hasil kebun Abah terkadang tidak ada yang mau membeli.


Di saat seperti itu, Abah hanya bisa kebingungan. Sudah sebulan penuh bekerja merawat tanaman, tetapi hasilnya belum tentu bisa menghasilkan uang untuk membeli makanan. Bahkan, Abah sering kali tidak tahu harus mendapatkan makanan dari mana jika hasil panennya tidak laku. Untuk makan sehari-hari, terkadang Abah masih mengandalkan pemberian dari saudaranya. Namun, ketika tidak ada yang memberi, Abah terpaksa makan hanya dengan nasi dan garam atau terasi seadanya. Apalagi saat malam tiba, ketika suasana semakin sepi, Abah hanya bisa duduk termenung seorang diri di gubuk kecilnya. Memikirkan bagaimana nasibnya esok hari, sementara di usia yang sudah senja ini, Abah masih harus memikirkan cara agar bisa makan dan bertahan hidup. Abah Hadi sebenarnya hanya ingin merasakan kehidupan yang lebih layak. Di usia yang seharusnya bisa menikmati masa tua dengan tenang, Abah justru masih harus bekerja keras dan melewati hari-hari penuh kekhawatiran seorang diri. Teman Baik, maukah kita hadir untuk membantu Abah Hadi? Mari ringankan perjuangan Abah di usia senjanya. Sedikit bantuan dari kita bisa menjadi harapan agar Abah tidak lagi kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari dan bisa merasakan hidup yang lebih layak. Yuk, sisihkan sebagian rezeki kita untuk membantu Abah Hadi. Klik Donasi Sekarang dan jadilah bagian dari kebaikan untuk Abah. ❤️


  1. Klik “Donasi Sekarang";
  2. Masukan nominal donasinya;
  3. Pilih metode pembayaran;
  4. Dapatkan laporan via email.


Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Doa & Donasi

Lihat semua
Anonim
Rp 20.000
06 November 2026, 18:20

Jadi #SirkelBaik

Ajak teman dan keluargamu ikut membantu lewat halaman galang dana milikmu sendiri.

Gabung