RINGKIH DAN BUNGKUK!! Kakek Penjual Es Doger ini Berjuang Demi Nafkahi Keluarga

RINGKIH DAN BUNGKUK!! Kakek Penjual Es Doger ini Berjuang Demi Nafkahi Keluarga

Rp 880.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
17 Donatur
27 hari lagi
BANTU SEKARANG!!
Terakhir diperbarui pada 26 July 2026 12:00 WIB

Penggalang Dana

WAN Kuningan

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

21 July 2026

Pernah gak sih ngebayangin... saat orang seusia Abah Ahmid udah banyak yang istirahat di rumah, main sama cucu, atau sekadar duduk menikmati sore, Abah justru masih harus dorong gerobak dari pagi sampai sore demi bisa makan.


Usia Abah sekarang 78 tahun. Tenaganya udah gak sekuat dulu. Jalannya pelan, lututnya sering pegal, badan gampang capek. Tapi mau gimana lagi... Kalau Abah berhenti jualan, Abah harus nahan lapar. Setiap pagi sekitar jam 8, Abah berangkat dari rumah, Dengan harapan yang sama setiap hari... "Ya Allah, semoga hari ini ada yang beli."


Abah cuma jualan es doger. Harganya pun murah banget. Rp10.000 udah dapet 3 cup. Murah buat yang beli, tapi keuntungan buat Abah sangat kecil. Kalaupun semua dagangannya habis... Abah cuma bisa bawa pulang sekitar Rp20.000. Uang segitu harus cukup buat kebutuhan satu keluarga. Sayangnya, kenyataan gak selalu sebaik harapan. Masih sering Abah pulang sambil ngedorong gerobak yang es dogernya belum habis. Artinya...


Hari itu hampir gak ada uang yang bisa dibawa pulang. Bayangin gimana rasanya... Udah capek keliling seharian di bawah panas matahari, tapi pulang dengan penghasilan yang bahkan gak cukup buat beli kebutuhan dapur. Apalagi di rumah ada istri yang juga udah gak muda. Beliau tetap berusaha bantu keluarga dengan jadi buruh tani kalau ada tetangga yang manggil kerja.


Kalau gak ada yang manggil...Ya gak ada juga penghasilan hari itu. Anak bungsu Abah juga ikut berjuang. Ia memilih mengabdi sebagai guru honorer. Pekerjaan yang mulia, tapi kita tahu sendiri... Penghasilannya jauh dari kata cukup buat menanggung kebutuhan satu keluarga. Jadi tiga orang dalam rumah itu sama-sama berjuang, Sama-sama capek, Sama-sama berharap. Tapi tetap saja... Hasil yang mereka bawa pulang sering kali belum cukup untuk hidup dengan tenang.


Walaupun badan mulai renta, Abah tetap berangkat jualan. Walaupun dagangan sering gak habis, Abah tetap berusaha tersenyum ke setiap orang yang lewat. Karena buat Abah... Selama masih bisa berdiri, selama masih bisa dorong gerobak, Abah akan terus berusaha. Tapi sampai kapan tubuh Abah sanggup bertahan? Sampai kapan keluarga ini harus bergantung pada penghasilan yang gak menentu setiap harinya?


Hari ini, kita punya kesempatan buat nemenin perjuangan Abah. Bantuan kalian bisa jadi harapan baru buat meringankan beban hidupnya. Mungkin kita gak bisa menggantikan semua lelah yang Abah rasakan. Tapi kita bisa memastikan, perjuangan Abah gak dijalani sendirian lagi. Yuk bantu Beliau dengan cara : 1.Klik tombol “DONASI SEKARANG” 2.Masukkan nominal terbaik yang Sahabat mampu 3.Pilih metode pembayaran yang tersedia Semoga setiap rupiah yang kita sisihkan menjadi jalan rezeki untuk Abah Ahmid, mengurangi lelahnya di usia senja, dan menjadi amal jariyah yang terus mengalir untuk kita.Aamiin

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

26 July 2026 07:36
Rp 30.000
Amin
Ya Allah, berikanlah abah ini kesehatan dan lancarkan segala usahanya. Serta saya dan suami yang sedang berjuang bersama untuk mendapatkan keturunan. 🙏🏼 amin ya rabbal al amin ..
JADI#SirkelBaik