Belasan Luka Jahit, Kaki Tinggal Satu, Kakek Ini Tetap Memikul Kelapa Demi Bertahan

Belasan Luka Jahit, Kaki Tinggal Satu, Kakek Ini Tetap Memikul Kelapa Demi Bertahan

Rp 240.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
8 Donatur
13 hari lagi
Bantu Abah Suyud Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 02 April 2026 06:00 WIB

Penggalang Dana

Cipta Ruang Cahaya Abadi

Komunitas/Gerakan Sosial

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

16 March 2026

Abah Suyud berusaha mengangkat pikulan kelapa ke pundaknya dengan satu tangan, satu kaki, dan tongkat yang terus bergoyang menahan beban tubuhnya. Kaki kanannya diamputasi, tetap memaksa berdiri demi bisa menjual kelapa. Gerakannya pelan, nafasnya pendek, tapi matanya tegas… seolah bilang, “Selama bisa bergerak, saya akan tetap berjuang.”

 

 

Tidak ada yang menyangka bahwa kehilangan kaki kanan menjadi tragedi bagi Abah Suyud. Bertahun lalu, ia menjadi korban kecelakaan bus lintas kota di Tasik. Nyawanya berhasil diselamatkan, namun kakinya tidak. Luka itu bukan hanya merenggut fisiknya, istrinya pun pergi, tak yakin Abah mampu menafkahi keluarga dengan kondisi difabel. Sejak itu, Abah melangkah sendirian, hanya bertumpu pada tongkat yang menua bersamanya.

 

 

Namun pukulan hidup tak berhenti di situ. Ketika sedang memanjat kelapa untuk dijual, Abah terjatuh dari pohon. Betis kirinya sobek, luka menganga panjang hingga harus dijahit belasan kali. Selama berhari-hari ia hanya bisa mengesot dari satu sudut rumah ke sudut lain. Tapi demi bertahan hidup dan demi satu-satunya makhluk yang menemaninya, seekor kucing kecil di rumah, Abah memaksa berdiri lagi. Kini betis kirinya mudah nyeri bila menahan beban, tapi ia tetap memikul kelapa, meski kadang harus berhenti setiap beberapa langkah karena rasa sakit menjalar sampai pinggul.

 

 

Kelapa yang dijual Abah seharga Rp5.000 sering tak laku. Langkahnya terbatas, tak bisa jauh berkeliling. Banyak hari ia pulang dengan tangan kosong. Di rumah, hanya tersisa nasi kemarin. Itu pun harus ia olah dulu menjadi nasi goreng agar layak dimakan bersama si kucing yang setia menunggu sambil mengeong. Kadang apa yang ia dapat seharian tidak lebih dari beberapa ribu rupiah, yang yang bahkan belum cukup membeli lauk sederhana.

 

 

Kerabat, beban hidup itu dipikul dengan satu kaki. Bayangkan betis yang pernah dijahit belasan kali, tetap digunakan untuk menopang pikulan kelapa. Kini saatnya kita hadir sebagai jarak terpendek antara penderitaan Abah dan sedikit kelegaan, yuk bantu Abah Suyud agar tidak lagi harus memikul kelapa sejauh itu, agar ia bisa hidup lebih layak bersama kucing kecil yang selalu setia menemaninya dengan cara:

 

  1. Klik Tombol Donasi Sekarang
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran
  4. Dapatkan Laporan Via Email

 

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

20 March 2026 17:01
Rp 100.000
Amin
JADI#SirkelBaik

Keliling Dengan Satu Kaki, Bantu Kakek Penjual Kelapa Hidup Layak!

Cipta Ruang Cahaya Abadi
Telah mengajak 3 orang berdonasi
Rp 60.000