BADAN MELEPUH TERBAK*R!! Bu Siti Berjuang Cari Biaya Berobat Untuk Anak Dan Suaminya Sendirian

BADAN MELEPUH TERBAK*R!! Bu Siti Berjuang Cari Biaya Berobat Untuk Anak Dan Suaminya Sendirian

Rp 0
terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donatur
41 hari lagi
BANTU SEKARANG!!
Terakhir diperbarui pada 30 July 2026 03:00 WIB

Penggalang Dana

Ruang Harsa

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

29 July 2026

"Anak saya lagi sakit, suami juga butuh berobat. Tapi uangnya nggak ada..." ucap Bu Siti sambil menahan tangis.


Cobaan seolah datang tanpa henti buat keluarga Bu Siti. Anak bungsunya, Gustian (4), mengalami luka bakar cukup parah akibat kecelakaan saat bermain. Luka itu membentang dari bagian perut sampai ke ketiaknya. Waktu itu Bu Siti cuma bisa panik sambil menangis. Jangankan biaya berobat, untuk makan sehari-hari aja keluarganya sering kekurangan. Untungnya, luka Gustian perlahan mulai mengering. Tapi bekas lukanya masih terlihat jelas di tubuh kecilnya, jadi pengingat kalau keluarga ini pernah melewati masa yang begitu berat.


Belum sempat Bu Siti bernapas lega, cobaan lain sudah menunggu. Suaminya, Pak Holik (56), sudah bertahun-tahun berjuang melawan penyakit. Awalnya tubuhnya sering lemas dan berat badannya terus turun. Lama-kelamaan dokter menyatakan Pak Holik mengidap diabetes, gangguan ginjal, liver, dan batu empedu. Penyakit itu membuat tubuh Pak Holik makin melemah. Kakinya sempat membengkak hingga akhirnya sejak tahun 2021 ia sudah nggak sanggup lagi bekerja. Padahal dulu, Pak Holik adalah buruh serabutan sekaligus kuli panggul yang selalu berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya.


"Saya pengen sembuh... pengen kerja lagi. Kasihan istri saya yang harus nanggung semuanya sendiri," ucap Pak Holik lirih. Sayangnya, keinginan itu terasa makin jauh. Pak Holik masih harus rutin kontrol dan minum obat supaya kondisinya nggak makin parah. Tapi kenyataannya, kontrol sering terpaksa ditunda karena keluarga ini nggak punya ongkos ke rumah sakit. Belum lagi masih ada obat-obatan yang harus dibeli sendiri.


Setiap kali kondisi Pak Holik drop, Bu Siti cuma bisa cemas. Ia takut suatu hari suaminya makin parah hanya karena nggak mampu berobat tepat waktu. Demi menyelamatkan Pak Holik, semua barang berharga yang mereka punya sudah habis dijual sedikit demi sedikit. Tabungan nggak ada lagi. Bahkan Bu Siti sampai harus berutang di warung sekitar rumah untuk membeli beras, telur, dan kebutuhan sehari-hari. Kini utangnya sudah lebih dari Rp3 juta.


Di tengah kondisi itu, Bu Siti juga masih harus memikirkan masa depan anak-anaknya. Masih ada tiga anak yang sekolah dan seorang balita yang setiap hari membutuhkan perhatian. Kebutuhan buku, seragam, sepatu, sampai uang sekolah sering kali nggak bisa dipenuhi. Bu Siti cuma berharap anak-anaknya tetap bisa belajar dan nggak terpaksa putus sekolah karena keadaan. Semua beban itu kini ada di pundak Bu Siti seorang. Setiap pagi, Bu Siti berangkat menjadi buruh cuci. Ia memikul tumpukan pakaian melewati jalan yang curam menuju sungai karena di sanalah ia mencuci pakaian milik orang lain. Seharian bekerja keras, penghasilannya hanya sekitar Rp20–30 ribu. Uang sekecil itu harus dibagi untuk makan satu keluarga, membeli obat Pak Holik, membayar ongkos berobat, kebutuhan sekolah anak-anak, sampai melunasi utang yang terus bertambah.

Sahabat baik, Bu Siti sudah mengerahkan semua tenaga yang ia punya. Ia nggak pernah menyerah, tapi penghasilannya memang nggak akan pernah cukup untuk menanggung semua cobaan yang datang bersamaan. Hari ini, uluran tangan kita bisa menjadi harapan agar Pak Holik kembali menjalani pengobatan, kebutuhan anak-anak tetap terpenuhi, dan Bu Siti nggak lagi berjuang sendirian menghadapi semuanya.


Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.
JADI#SirkelBaik