KANKER STADIUM 4 !! Bantu Mak Ucih Agar Bisa Segera Bawa Anaknya Berobat

KANKER STADIUM 4 !! Bantu Mak Ucih Agar Bisa Segera Bawa Anaknya Berobat

Rp 0
terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donatur
41 hari lagi
BANTU SEKARANG!!
Terakhir diperbarui pada 14 August 2026 00:00 WIB

Penggalang Dana

Amal Baik Insani

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

13 August 2026

“Rasa nyeri itu datang tanpa ampun… Ibu Siti hanya bisa meringis, bahkan untuk bergerak pun terasa sangat menyakitkan."



Rasa sakit itu yang hampir setiap hari ibu Siti Solihat (47) rasakan. Ibu Siti kini berjuang melawan kanker serviks stadium 4 yang terus berkembang di dalam tubuhnya. Selama dua tahun terakhir, penyakit itu perlahan mengambil segalanya. Tubuhnya semakin melemah berat badannya terus menurun drastis dan kini, ia hanya bisa berbaring tanpa daya. Rasa sakit yang dirasakan bukan lagi sekadar nyeri biasa.



Setiap hari, Ibu Siti harus menahan perih yang menjalar dari dalam tubuhnya. Kanker itu terus tumbuh, menekan dan merusak bagian demi bagian tubuhnya. Di beberapa waktu, rasa nyerinya datang begitu hebat hingga ia hanya bisa meringis lemah… bahkan untuk bergerak pun terasa sangat menyakitkan. Tubuhnya semakin rapuh. Tenaganya perlahan habis.



Tanpa penanganan yang intensif, kanker ini bisa terus menyebar lebih luas memperparah kerusakan organ di dalam tubuhnya dan membuat rasa sakit yang ia rasakan semakin tak tertahankan. Kini, setiap hari yang ia jalani adalah perjuangan untuk bertahan. Namun, di tengah kondisi yang begitu menyakitkan ini, Ibu Siti juga harus menghadapi kenyataan pahit lainnya.



Sejak pertama kali divonis mengidap kanker, sang suami memilih pergi. meninggalkannya di saat ia paling membutuhkan dukungan. Kini, hanya Mak Ucih (ibunya yang hampir berusia 70 tahun) yang setia mendampingi. Dengan tubuh yang sudah renta, Mak Ucih tetap berjuang. Ia berkeliling menjadi pedagang asongan berjalan tertatih dari satu tempat ke tempat lain.


Hasilnya tak seberapa. Namun dari situlah ia berusaha membiayai pengobatan anaknya memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mencukupi kebutuhan cucunya. Di usianya yang seharusnya beristirahat, Mak Ucih justru harus berjuang melawan waktu demi anaknya yang kini terbaring lemah.



Sementara itu, kondisi Ibu Siti terus menurun. Tanpa bantuan dan pengobatan yang cukup, rasa sakit yang ia rasakan akan semakin parah…tubuhnya akan semakin melemah dan harapan untuk bertahan akan semakin tipis.


Kini, Ibu Siti sangat membutuhkan uluran tangan kita. Mari bersama ringankan penderitaan yang ia rasakan. Bantu Ibu Siti mendapatkan pengobatan yang layak agar ia bisa terus bertahan, melawan rasa sakit yang setiap hari ia hadapi.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.
JADI#SirkelBaik