BADAN KIAN RINGKIH!! Mbah Jualan Gorengan Demi Nafakahi Cucunya

BADAN KIAN RINGKIH!! Mbah Jualan Gorengan Demi Nafakahi Cucunya

Rp 150.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
6 Donatur
33 hari lagi
BANTU PERJUANGAN MBAH!!
Terakhir diperbarui pada 20 August 2026 18:00 WIB

Penggalang Dana

Yayasan Bina Mulia Balikpapan

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
NAFAS SESAK!! Mbah Berjuang Jualan Gorengan Demi Nafkahi Cucunya

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

11 August 2026

“Gorengan nak gorengan, Monggo gorengannya”. Ya Allah ko belum ada yang laku gorengan saya -Ucap mbah sapuah menawarkan dagangannya



Di usia senja 88 tahun, mbah sapuah seharusnya bisa beristirahat dengan tenang bersama keluarga. Namun kenyataan berkata lain. Hidupnya penuh ujian, satu per satu anak yang ia besarkan dengan kasih sayang dipanggil lebih dulu oleh Sang Pencipta. 



Kini, Mbah Sapuah tinggal di rumah sederhana bersama cucu yang menjadi satu-satunya penguat hatinya. Meski tubuhnya sudah renta, dada sesak dan nafas mulai tidak stabil beliau tetap berusaha sekuat tenaga untuk bisa memberi makan sang cucu setiap hari. Dengan langkah gemetar, mbah sapuah menyusuri jalanan membawa gorengan dagangannya.



Setiap harinya, beliau hanya membawa 50-70 gorengan, dengan upah 100 rupiah untuk tiap potong. Jika habis terjual, Emak Imin hanya bisa membawa pulang sekitar 10-15 ribu rupiah. Uang yang bahkan tidak cukup untuk sekadar membeli makan cucunya, itu pun bila dagangannya laku semua. Jika masih tersisa, gorengan itu harus dikembalikan lagi kepada pemiliknya, dan mbah sapuah pulang hampir tanpa hasil.



Kerap kali, mbah sapuah harus menahan lapar. Beruntung, sesekali ada tetangga baik hati yang memberi beras/nasi bungkus untuk sekadar menyambung hidup. Namun, tak setiap hari beliau bisa mendapatkan bantuan itu. Kadang kalau mbah capek jualan terpaksa tidur di emperan milik orang untuk beristirahat sejenak sembari menunggu pembeli datang.



Sejak ditinggal meninggal suaminya, beban hidup sepenuhnya dipikul sendiri oleh mbah. Di tengah tubuh yang semakin lemah dimakan usia, beliau tetap memilih untuk berjuang. Semua demi cucu yang ia sayangi, agar tetap bisa bertahan di tengah kerasnya kehidupan. Meski dengan langkah bergetar, nafas tak teratur dan sakit batuk mbah tetap berjuang demi sesuap nasi.


Mari kita ringankan langkah tua mbah sapuah. Uluran tangan kita bisa menjadi napas harapan bagi beliau dan cucunya. Sedikit bantuan dari kita, insyaAllah akan menjadi penguat agar mbah sapuah tak lagi sendiri menghadapi beratnya hidup di usia senja.

#OrangBaik Salurkan bantuan anda untuk bantu mbah sapuah hidup layak dengan cara :


1. Klik "DONASI SEKARANG"

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih Metode Pembayaran 

4. Segera transfer sesuai nominal jika menggunakan Transfer bank & Virtual Account


Terima kasih #OrangBaik

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

widya

14 August 2026 - 05:58
Rp 50.000
Amin
Bismillah