Setiap pagi, Pak Ali (60 tahun) berangkat dengan semangat yang luar biasa. Dengan tubuh yang sudah tidak sempurna, beliau tetap berkeliling menjajakan kanebo, tisu, dan jasa cukur kumis di pinggir jalan. Semua itu ia lakukan demi menghidupi istri dan dua anaknya yang masih bersekolah.

Lima tahun lalu, sebuah kecelakaan merenggut salah satu kakinya. Sejak saat itu, Pak Ali tak lagi bisa bekerja berat seperti dulu. Kini, satu-satunya cara untuk bertahan hidup adalah dengan berjualan keliling dari pagi hingga malam hari, meskipun penghasilannya hanya Rp30.000–Rp40.000 per hari.
Pak Ali tinggal bersama keluarganya di kontrakan sempit berukuran 2m x 1,5m. Bila dagangannya sepi, ia kadang terpaksa berhutang ke warung atau tetangga agar bisa makan hari itu. Namun di tengah segala keterbatasan, Pak Ali tak pernah menyerah.
Yang membuat banyak orang terharu, meski kehilangan satu kaki, Pak Ali tetap berjalan sejauh 10 km setiap hari, dari pagi hingga malam, demi keluarga kecilnya. Ia hanya berharap bisa memiliki kaki palsu agar lebih mudah saat berjualan, dan mempunyai gerobak sederhana supaya dagangannya tak lagi harus ia pikul.

“Saya cuma ingin anak-anak saya bisa terus sekolah dan hidup lebih baik dari ayahnya.”
💚 Yuk, bantu Pak Ali terus berjuang!
Klik Donasi Sekarang
Masukan Nominal Donasi
Pilih Metode Pembayaran
Dapatkan Laporan Via Email
Kamu juga bisa bagikan galang dana ini agar semakin banyak do’a dan dukungan yang terkumpul. Aamiin
