SETENGAH BADAN STROKE!! Bantu Penjual Kerupuk Sebatang Kara Ini Agar Bisa Berobat

SETENGAH BADAN STROKE!! Bantu Penjual Kerupuk Sebatang Kara Ini Agar Bisa Berobat

Rp 0
terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donatur
41 hari lagi
BANTU SEKARANG!!
Terakhir diperbarui pada 05 September 2026 09:00 WIB

Penggalang Dana

Global Sedekah Movement

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

04 September 2026

‎"Masih terngiang ucapan terakhir mendiang istri saya sebelum meninggal, kalau saya harus kuat dan sembuh. Kalimat terakhir itulah yang membuat saya harus bangkit dan bertahan sampe sekarang" Ujar Pak Een sambil menangis


‎Ujian seakan tak berhenti menimpa Pak Een (59 Tahun), sekitar 6 tahun yang lalu ia jatuh sakit karena struk. Sang istri pun merawat nya seorang diri, karena mereka tidak dikaruniai keturunan. Sedihnya, dalam kondisi Pak Een yang tak berdaya, sang istri pun jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. 


‎3 tahun sudah Pak Een kehilangan istri yang dicintainya. Saat ini ia sudah bangkit, meskipun sering kali teringat kenangan bersama istrinya. 

‎*Saya gak mau ngerepotin tetangga dan saudara, meskipun kondisi saya begini saya harus berjuang mencari nafkah untuk makan sehari-hari dan ongkos berobat* Ujar Pak Een


‎Meskipun dalam keterbatasan, dengan kaki pincangnya Pak Een memaksakan diri berkeliling menjajakan kerupuk keliling kampung. 

‎Langkahnya tertatih-tatih, dengan hati penuh kekhawatiran ia melangkah sedikit demi sedikit, sambil membawa tongkat kecil di pundaknya untuk membawa kerupuk yang dijualnya. Sesekali iapun harus beristirahat, karena tangan dan kakinya sebelah kiri sering terasa pegal dan sakit. 


‎Penghasilannya sangat tidak menentu. Jika semua kerupuk terjual, ia hanya membawa pulang sekitar Rp20.000 per hari. Itu pun harus cukup untuk kebutuhan makan hari itu sekaligus ia harus menyisihkan untuk ongkos terapi setiap seminggu sekali. 

‎Sering kali hasilnya tak mencukupi, sementara kebutuhan hidup dan biaya pengobatan terus berjalan. Tak jarang setiap waktu berobat Pak Een harus berjalan kaki selama 2 jam menuju puskesmas karena tidak ada ongkos. 



‎Meskipun dalam keterbatasan fisik, Pak Een menjalaninya dengan penuh keikhlasan. Tak ada keluhan, tak ada tuntutan, hanya keteguhan hati seseorang yang ingin bangkit dan sembuh. 


‎Harapan Pak Een ingin sekali mempunyai usaha kecil-kecilan di rumahnya, agar ia tidak berkeliling lagi. Dan memenuhi kebutuhannya yang selama ini belum terpenuhi. 

‎Sahabat Kebaikan, Pak Een sangat membutuhkan uluran tangan kita. Bantuan dari kalian akan sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta meringankan perjuangannya agar ia tak lagi menanggung semuanya seorang diri.


‎Yuk sama-sama ringankan langkah Pak Een, agar perjuangan di usia senja tak lagi ia jalani sendirian. 

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.
JADI#SirkelBaik