Di saat anak-anak seusianya sibuk belajar dan bermain di kelas, Dek Irsyad (13 tahun) harus menelan kenyataan pahit mengubur cita-citanya. Sejak kelas 4 SD, Irsyad terpaksa putus sekolah demi menjadi tulang punggung bagi 6 anggota keluarganya. Yang lebih memilukan, bukan hanya Irsyad—kakaknya yang berusia 14 tahun serta kedua adiknya pun terpaksa berhenti sekolah karena keluarga mereka berada dalam cengkeraman kemiskinan ekstrem.
Setiap hari mulai pukul 07.30 pagi, dengan langkah kaki kecilnya Irsyad menyusuri jalanan Purwakarta memikul beban berat. Ia berjualan ikan cupang di depan gerbang sekolah dengan modal pinjaman Rp150.000. Dari setiap ekor ikan seharga Rp10.000 yang berhasil dijual, Irsyad hanya mengambil untung bersih Rp5.000. Dalam sehari, penghasilan yang dibawa pulang sangat tidak menentu—kadang hanya Rp30.000, bahkan tak jarang ia harus pulang dengan tangan hampa.


Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakanbagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama