STROKE dan SAKIT JANTUNG !! Tolong Lansia Tukang Cukur Bertahan Hidup

STROKE dan SAKIT JANTUNG !! Tolong Lansia Tukang Cukur Bertahan Hidup

Rp 70.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
2 Donatur
0 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 05 March 2026 00:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
MENAHAN STROKE DAN SAKIT JANTUNG! Lansia Tukang Cukur Ini Tetap Berjuang

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

29 January 2026

Sudah lebih dari 60 tahun, Abah Bahrum telah mengabdikan hidupnya sebagai tukang cukur. Kini, di usia 84 tahun, tangan renta Abah masih setia menggenggam gunting dan sisir, membuka jasa pangkas rambut sederhana di bekas selokan pinggiran jalan raya. Tanpa bangunan layak, tanpa papan nama besar, hanya kursi sederhana dan semangat hidup yang belum padam.

 

 

Untuk sekali potong rambut, Abah biasanya mematok tarif Rp15.000–Rp20.000. Namun tak jarang, Abah mencukur tanpa mematok harga sama sekali. Siapa pun yang datang, terutama para pejuang jalanan seperti pemulung, tukang becak, atau orang-orang yang hidup pas-pasan, tetap ia layani dengan tulus. Bahkan meski ada yang mencukur lalu pergi tanpa membayar, Abah tak pernah mengeluh.

 

Penghasilan Abah sangat tidak menentu. Ada hari di mana ia tak mendapat satu pun pelanggan. Di usia senja, Abah kerap ketiduran di kursinya, bukan karena malas, melainkan karena kelelahan menunggu harapan yang tak kunjung datang. Padahal, Abah masih memikul banyak tanggung jawab untuk menafkahi istri dan anak-anaknya. Meski usia telah renta, Abah tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di rumah, biaya risiko, serta membantu anak-anaknya semampu yang ia bisa.

 

 

Kondisi kesehatan Abah pun kian melemah. Ia menderita stroke dan penyakit jantung. Saat sedang mencukur, Abah sering merasakan sesak napas dan linu di lututnya. Pendengarannya pun terganggu, telinga kanannya sudah tidak dapat mendengar sama sekali, membuat Abah sering kesulitan berkomunikasi dengan pelanggan.

 

Setiap bangun tidur, tubuh Abah terasa nyeri dan kaku. Namun semua rasa sakit itu ia simpan sendiri. Ia tetap duduk, menunggu, dan berharap masih ada rezeki yang menghampiri hari itu. Di rumah, sang istri juga hidup dengan keterbatasan. Ia menderita darah tinggi, asam urat, dan kini kedua matanya sudah tidak bisa melihat. Untuk kebutuhan berobat, mereka hanya bisa bertahan sebisanya.

 

Selama hidupnya, Abah Bahrum telah tujuh kali keluar masuk rumah sakit. Namun semua itu tak membuatnya berhenti berjuang. Selama masih bisa duduk dan menggerakkan tangan, Abah memilih tetap bekerja karena baginya, bekerja adalah cara untuk bertahan hidup tanpa merepotkan siapa pun.

 

Hari ini, Abah Bahrum tak meminta banyak. Ia hanya berharap ada uluran tangan agar sisa hidupnya bisa dijalani dengan sedikit lebih layak, lebih ringan, dan lebih manusiawi. bantu dengan cara :

 

1. Klik Donasi Sekarang

2. Masukkan Nominal Donasi

3. Pilih Metode Pembayaran

4. Dapatkan Laporan via Email

 

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

03 February 2026 20:25
Rp 50.000
Amin
Bismillah tahun ini saya bisa hidup lebih bahagia, banyak rezeki. Amiinn