Pak Deni bukan hanya sedang bekerja.
Ia sedang melawan keterbatasannya setiap hari.
Dengan satu kaki yang ia miliki, Pak Deni tetap memanjat pohon jengkol setinggi belasan meter. Bukan karena ia kuat… Tapi karena ia tidak punya pilihan lain demi anaknya tetap makan.

Dengan kedua tangan dan satu kaki, ia memanjat perlahan.
Menahan sakit. Menahan gemetar. Satu kesalahan kecil saja… bisa berakhir jatuh dari ketinggian.
Namun ia tetap naik. Karena di bawah sana, ada anak yang menunggu.
Setiap butir jengkol yang ia petik, bukan sekadar dagangan itu adalah hasil dari keberanian mempertaruhkan nyawa.
Dan perjuangannya belum selesai. Setelah turun, dengan tubuh yang harus meloncat-loncat, Pak Deni berjalan dari kampung ke kampung, menawarkan jengkolnya satu per satu.

Berharap… ada yang membeli.
Berharap… hari itu tidak pulang dengan sia-sia.
Tapi kenyataan tak selalu berpihak. Sering kali, ia pulang dalam keadaan lelah dengan dagangan yang masih tersisa… dan tanpa membawa uang sepeser pun.

Bayangkan…
Sudah mempertaruhkan keselamatan di atas pohon, sudah berkeliling dengan satu kaki, namun tetap harus pulang dengan tangan kosong.
Hari ini, kita bisa jadi alasan Pak Deni tidak perlu mempertaruhkan nyawanya lagi.
1. Klik Donasi Sekarang;
2. Masukan nominal donasinya;
3. Pilih metode pembayaran;
4. Dapatkan laporan via email.