Di sebuah kamar yang pengap, Kang Ujang (30-an thn) hanya bisa terbaring kaku. Bergerak sedikit saja berarti rasa perih yang luar biasa, karena kulitnya kini tak lagi utuh. Cairan nanah dan darah merembes dari balik kain yang menutupi tubuhnya, mengeluarkan aroma anyir yang menusuk hidung. Mimpi buruk ini bermula dari hal sepele—infeksi jamur setelah berenang yang tak segera diobati hingga menjalar ganas ke seluruh tubuh.
Namun, luka di kulitnya tak sedalam luka di hatinya. Saat penyakit ini mulai merenggut penampilannya, sang istri memilih menyerah dan pergi meninggalkannya. Kang Ujang kehilangan segalanya: kesehatannya, pekerjaannya, dan pendamping hidupnya. Di saat dunia menjauh karena jijik dengan kondisi kulitnya, hanya satu orang yang tetap mendekat tanpa menutup hidung—Neneknya.
Nenek, dengan tangan yang sudah keriput dan langkah yang mulai tertatih, adalah satu-satunya malaikat bagi Ujang. Setiap pagi, ia menyiapkan tahu dan gorengan untuk dijajakan keliling kampung. Suara parau Nenek meneriakkan "Tahu... Tahu..." hanya dihargai dengan keuntungan Rp500 hingga Rp1.000 per bungkus. Sering kali Nenek pulang dengan wajah lesu karena dagangan sepi, yang artinya hari itu mereka harus menahan lapar, apalagi untuk membeli salep dan obat-obatan medis yang mahal.
Setiap kali Nenek membersihkan lukanya dengan telaten, air mata Ujang jatuh. Ia menangis bukan karena perihnya kulit yang robek, tapi karena merasa menjadi beban di masa tua Neneknya. "Saya ingin sembuh, Nek. Saya ingin kerja lagi biar Nenek nggak perlu jualan tahu panas-panasan lagi," bisiknya lirih. Harapan Ujang sederhana: ia ingin memberikan istirahat yang layak bagi Nenek di sisa usianya.
Orang Baik, Kang Ujang butuh penanganan medis serius sebelum infeksi ini menyebar ke organ dalamnya. Nenek sudah memberikan seluruh tenaganya, kini giliran kita yang bergerak. Sedikit rezeki yang Anda sisihkan adalah harapan agar kulit Kang Ujang kembali utuh dan Nenek bisa beristirahat di rumah dengan tenang.
Mari kirimkan bantuan terbaik kita untuk Kang Ujang dan Nenek hari ini.