Bayangkan saat usia kita sudah melewati 100 tahun… Mungkin sebagian besar dari kita berharap bisa duduk tenang di rumah. Ditemani anak cucu. Menghabiskan sisa usia dengan cerita, tawa, dan istirahat yang layak. Tapi itu tidak terjadi pada Abah Atang.
Di usia lebih dari satu abad, tepatnya lahir tahun 1922, Abah Atang masih harus bangun pagi walaupun tubuhnya udah gak kuat menopang. Tangan yang mulai gemetar itu masih menata dagangannya: labu siam, timun, dan sereh. Abah Terus paksain Tubuhnya untuk Berjuang karena kalau Abah tidak berjualan… Abah tidak tahu harus makan apa.
Kerutan di wajah Abah bukan hanya tanda usia, Itu adalah jejak panjang perjuangan. Pendengaran Abah sudah mulai berkurang. Ingatan Abah pun sering memudar. Di pasar, Abah kerap salah menghitung uang. Kadang lupa berapa dagangan yang terjual. Kadang bingung saat menerima pembayaran. Bahkan Tak jarang Abah pulang dengan penghasilan yang hampir tidak ada. Dagangan yang dibawa pun sedikit, sekitar 10 kilogram saja. Namun bagi tubuh yang sudah berusia lebih dari 100 tahun, beban itu terasa begitu berat.
Dan saat pasar mulai sepi…Abah harus memikul kembali sisa dagangan yang tidak laku Sendirian Dengan tenaga yang terus berkurang setiap harinya. Tidak ada yang menggantikan, Tidak ada yang menemani, Tidak ada tempat untuk bersandar. Apalagi perjuangan Abah tidak berhenti ketika pulang. Abah kembali ke rumah kecil yang menjadi saksi sunyinya hari tua, Sebuah ruang sederhana, Di tempat itu Abah tidur di atas kasur tipis yang mulai usang, Di tempat itu juga Abah memasak dengan tungku kayu seadanya, Dan di tempat itu pula Abah menghabiskan malam Tanpa keluarga atau siapa pun di sisinya. Bayangkan seseorang yang sudah hidup lebih dari 100 tahun… Masih harus berjuang sendiri untuk bertahan hidup. Padahal seharusnya, di usia seperti ini, Abah sedang menikmati masa istirahat Bukan memikul beban Sendirian. Hari ini kita mungkin tidak bisa menghapus seluruh perjuangan Abah, Tapi kita bisa membuat kehidupan Abah jadi lebih ringan. OrangBaik, Mari jadi keluarga untuk Abah Atang. Karena tidak seharusnya seseorang melewati usia seabad… sambil terus berjuang sendirian Mari bantu Abah dengan cara : 1.Klik tombol “DONASI SEKARANG” 2.Masukkan nominal terbaik yang Sahabat mampu 3.Pilih metode pembayaran yang tersedia
Dan jika belum bisa membantu hari ini, tolong bagikan cerita Abah. Siapa tahu, dari salah satu yang kamu bagikan itu datang harapan baru untuk beliau.