Di saat fisik tak lagi mampu dan tubuh mulai digerogoti sakit, mereka terpaksa bertaruh nyawa di jalanan demi sesuap nasi dan melunasi utang harian.

Di usia yang sudah berkepala enam dan tujuh, seharusnya hari-hari dihabiskan dengan beristirahat di rumah yang hangat, dikelilingi keluarga. Namun, bagi Emak Ikah (60 thn) dan Abah Iskandar (75 thn), setiap matahari terbit adalah awal dari perjuangan fisik yang menyiksa demi menyambung nyawa.

Melalui Program Payung Lansia, WAN Kuningan mengajak Anda untuk menjadi pelindung bagi para lansia pejuang nafkah yang hidupnya penuh keterbatasan dan rasa cemas.
