Di usia 73 tahun, Abah Maman masih harus berjuang mencari nafkah setiap hari dengan berjualan poster. Tubuhnya sudah tidak lagi tegap. Sejak belasan tahun lalu, Abah mengalami stroke yang membuat badannya membungkuk, lengannya sulit diluruskan, dan langkahnya tidak lagi kuat seperti dulu. Selain itu, Abah juga mengidap gangguan paru-paru akibat virus, yang membuatnya sering sesak napas dan harus rutin bolak-balik ke rumah sakit selama satu bulan terakhir.
Namun keterbatasan fisik itu tidak memberi Abah pilihan untuk berhenti. Di rumah, Abah hanya tinggal berdua dengan sang istri yang kini berusia 68 tahun. Istri Abah menderita penyakit jantung dan sudah dua tahun terakhir menjalani pengobatan. Kondisinya tidak memungkinkan untuk bekerja atau membantu Abah mencari nafkah. Untuk berobat, mereka mengandalkan layanan kesehatan gratis, tetapi biaya ongkos menuju rumah sakit tetap menjadi beban yang berat.
Poster yang dijual Abah seharga Rp10.000 untuk tiga lembar. Keuntungan bersih yang Abah dapatkan hanya sekitar Rp4.000. Selain poster, Abah juga menjual kalender seharga Rp5.000. Namun pembeli tidak selalu datang. Jika sepi, Abah hanya bisa menunggu sambil menahan lapar.
Untuk makan sehari-hari, Abah selalu berusaha membeli beras terlebih dahulu. Soal lauk, bukan prioritas. Nasi dengan garam atau gorengan sudah cukup bagi Abah, asalkan bisa mengganjal perut. Tapi ketika dagangan tak laku, Abah kerap menahan lapar. Ia bercerita, saat perutnya sudah melilit, tubuhnya terasa sangat lemas bahkan untuk melangkah menuju halte angkot pulang pun sering kali tak sanggup.
Sebenarnya, Abah ingin beristirahat. Ingin menikmati masa tua dengan tenang. Namun kenyataan memaksanya tetap berdiri, meski tubuhnya tak lagi mampu. Di tengah sakit, lapar, dan kelelahan, Abah Maman terus bertahan demi satu hal: memastikan istrinya tetap bisa makan dan berobat.
Sahabat baik, mari kita bantu ringankan langkah Abah Maman agar bisa tetap hidup layak di usia senjanya. Sedikit rezeki dari kita bisa menjadi harapan besar untuk beliau yang kini berjuang seorang diri.
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
Assalamua'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hallo, Sobat Berdampak!
Abah Maman merupakan seorang lansia dengan kondisi rentan akibat stroke dan bekerja sebagai tukang poster keliling. Bantuan yang diberikan berupa santunan tunai.
Alhamdulillah kita telah melaksanakan program penyaluran Semua Berhak Nyaman untuk Abah Maman.
Kami mewakili Abah Maman dan keluarga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Sobat Berdampak atas donasi dan dukungan yang telah diberikan.
Alhamdulillah, bantuan sudah diterima dan disambut dengan rasa syukur serta bahagia oleh Abah Maman sekeluarga.
Terima kasih atas kebaikan yang telah dibagikan.
Salam hangat,
Ayo Kita Peduli