Diperbarui 28 October 2026, 15:00 WIB
Tak pernah terbayangkan oleh Latif Pratama (26), hidupnya akan berubah drastis hanya dalam waktu satu tahun. Benjolan kecil yang awalnya muncul di lehernya kini terus membesar. Rasa sakit yang semakin parah membuat Latif lebih banyak berdiam diri di rumah dan tak lagi bisa bekerja seperti biasanya. Awalnya, Latif hanya merasakan telinganya terus berdenging. Ia sempat memeriksakan diri ke puskesmas, tetapi hasil pemeriksaan saat itu dinyatakan baik-baik saja. Namun, seminggu kemudian muncul benjolan kecil di lehernya yang lama-kelamaan semakin membesar. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, Latif didiagnosis mengalami Malignant neoplasm of nasopharynx (C11) atau kanker nasofaring. Rasa sakit yang dirasakan Latif bukanlah hal yang mudah dilalui. Nyeri berdenyut yang terasa hingga ke belakang mata sering kali membuatnya menangis menahan sakit. “Nyut-nyutan, urat kaya ketarik-tarik sampai ke belakang mata, rasanya sampai nangis terus,” lirih Latif. Latif sudah menjalani kemoterapi siklus pertama. Namun, perjuangannya belum selesai. Ia masih harus menjalani radioterapi sebanyak 35 kali yang perlu dilakukan setiap hari. Sayangnya, pengobatan tersebut belum bisa segera dilakukan karena terkendala biaya. Meski memiliki jaminan kesehatan, masih ada kebutuhan yang belum tercover, mulai dari biaya transportasi hingga tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan. Di tengah perjuangannya melawan penyakit, Latif juga harus memikirkan kondisi keluarganya. Selama ini, ia merupakan tulang punggung keluarga. Namun, sejak sakit, Latif tak lagi mampu bekerja. Kini, ia tinggal bersama kakek dan neneknya. Sang nenek, Nek Okasih (83), terpaksa tetap bekerja sebagai buruh cuci dan setrika dengan penghasilan hanya Rp25.000–Rp30.000. Penghasilan itu tentu tak cukup untuk membiayai seluruh kebutuhan hidup dan pengobatan Latif. Berbagai cara sudah dilakukan demi kesembuhan Latif. Barang-barang berharga milik keluarga telah dijual, bahkan mereka terpaksa meminjam uang kepada tetangga untuk pergi ke rumah sakit dan membayar tunggakan BPJS yang sebelumnya tak sanggup dilunasi. Setiap malam, Latif masih harus berjuang menahan rasa sakit dan pusing hingga sulit tidur nyenyak. Melihat cucu kesayangannya kesakitan, Nek Okasih hanya bisa menemani dan memijat kepala Latif, berharap rasa sakitnya sedikit berkurang. Dengan penuh kesedihan, sang nenek hanya bisa berdoa agar cucunya segera pulih. “Semoga sehat Latif, semoga disehatkan sama Allah SWT. Mimih cuma bisa mendoakan, belum bisa membiayai semuanya, cuma bisa sekuat-kuatnya,” lirih Nek Okasih. Latif pun menyimpan harapan yang sederhana: ingin sembuh total, bisa kembali bekerja, dan membahagiakan keluarganya. Ia ingin menjalani hidup tanpa harus terus-menerus pulang pergi ke rumah sakit untuk berobat. Teman Baik, maukah kita membantu mewujudkan harapan Latif? Uluran tanganmu sangat berarti untuk membantu memenuhi kebutuhan pengobatan, transportasi, dan tempat tinggal sementara selama ia menjalani rangkaian terapi. Mari bersama-sama ringankan perjuangan Latif agar ia bisa melanjutkan pengobatan dan memiliki kesempatan untuk kembali sehat. Klik Donasi Sekarang. Bantu Latif terus berjuang dan jangan biarkan ia menghadapi semua ini sendirian. ❤️
Klik Donasi Sekarang
Masukan Nominal Donasi
Pilih Metode Pembayaran
Kamu juga bisa bagikan galang dana ini agar semakin banyak do’a dan dukungan yang terkumpul. Aamiin

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.
Ajak teman dan keluargamu ikut membantu lewat halaman galang dana milikmu sendiri.
Gabung