Sejak ibunya meninggal dunia karena diabetes, Candra kini hanya tinggal bersama neneknya, Mak Cartinah. Di usia senjanya, Mak Cartinah harus menjadi sosok ibu sekaligus nenek yang merawat Candra seorang diri. Candra yang kini berusia 10 tahun terlahir dengan kelainan fisik dan membutuhkan bantuan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Keterbatasan fisiknya membuat Candra tidak bisa bergerak dan beraktivitas dengan leluasa seperti anak-anak lainnya. Bahkan untuk berpindah tempat, ia masih sering harus digendong atau dibantu oleh sang nenek.
Tak ada lagi orang lain yang menjaga Candra di rumah. Karena itu, setiap hari Mak Cartinah harus membawa Candra ikut berjualan roti keliling demi mencari nafkah. Selama kurang lebih 4 tahun, keduanya menjalani hari-hari seperti ini bersama.

Dari berjualan keliling, Mak Cartinah hanya mendapatkan sekitar Rp20.000 sehari. Penghasilan tersebut harus dibagi untuk makan, kebutuhan sehari-hari, sekaligus memenuhi kebutuhan Candra yang membutuhkan perhatian dan perawatan khusus. Di tengah keterbatasan itu, Mak Cartinah tetap berusaha agar Candra bisa menjalani hidup dengan lebih nyaman. Namun hingga kini, Candra belum memiliki kursi roda yang dapat membantunya bergerak lebih mudah. Mak Cartinah masih harus menggendong atau membawa Candra seadanya ketika mereka harus beraktivitas di luar rumah.

Mak Cartinah juga ingin Candra bisa menjalani khitanan seperti anak laki-laki lainnya. Sayangnya, penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari membuat keinginan sederhana itu terus tertunda. Kini, Mak Cartinah hanya berharap ada yang mau membantu Candra mendapatkan kursi roda dan memenuhi kebutuhan lainnya. Mari bantu Candra agar bisa bergerak lebih mudah dan menjalani hari-harinya dengan lebih nyaman. Klik Donasi Sekarang
