RUMAH SATU-SATUNYA HAMPIR AMBRUK DAN TAK PUNYA KAMAR MANDI LAYAK Haruskah Abah Ade Dan Mak Eni Tertimpa Reruntuhan Dulu Baru Kita Peduli?!

RUMAH SATU-SATUNYA HAMPIR AMBRUK DAN TAK PUNYA KAMAR MANDI LAYAK Haruskah Abah Ade Dan Mak Eni Tertimpa Reruntuhan Dulu Baru Kita Peduli?!

Rp 120.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
5 Donatur
1 hari lagi
DONASI SEKARANG
Terakhir diperbarui pada 16 July 2026 06:00 WIB

Penggalang Dana

Lentera Pijar Kebaikan

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
Sakit Paru-paru dan Tinggal di Rumah Tak Layak, Bantu Pasangan Lansia Pemain Piano Bertahan!

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

17 June 2026

Di tengah riuhnya kota, di bawah payung kecil yang warnanya mulai pudar, Abah Ade dan Mak Eni duduk berdampingan. Mereka bukan meminta-minta. Mereka memilih menghibur, dengan sebuah piano tua dan suara yang tak lagi sempurna, namun penuh rasa.


Jemari Abah yang bergetar tetap setia menekan tuts yang mulai kusam. Di sampingnya, Mak Eni bernyanyi pelan, sesekali melempar senyum hangat pada orang-orang yang berlalu lalang. Mereka berharap, ada yang berhenti sejenak… bukan hanya untuk memberi, tapi untuk merasakan.


Sejak pagi hingga senja, mereka bertahan di tempat yang sama. Bukan sekadar mencari uang, karena dari setiap lagu, tersimpan kenangan masa muda, mimpi yang dulu tak sempat terwujud. Kini, di usia senja, mereka tetap memilih bertahan dengan cara yang sederhana: bermusik dengan sepenuh hati.


Penghasilan mereka tak seberapa. Bahkan, sering kali hanya cukup untuk makan sederhana di malam hari. Pendengaran yang mulai melemah tak menghentikan langkah mereka. Karena bagi Abah dan Mak Eni, musik bukan sekadar hiburan, musik adalah napas kehidupan.


Namun di balik perjuangan itu, ada kenyataan yang jauh lebih pilu. Rumah yang mereka tinggali nyaris roboh, atapnya bocor di banyak sisi, dan mereka bahkan tak memiliki kamar mandi yang layak. Saat malam tiba, hanya terpal seadanya yang melindungi mereka dari dingin dan angin.


Mereka punya satu harapan sederhana: memperbaiki rumah satu-satunya agar bisa ditinggali dengan aman di sisa usia mereka. Teman Berbagi, Maukah kamu menjadi bagian dari harapan itu? Sedikit bantuan darimu, bisa menjadi tempat berteduh yang layak bagi Abah Ade dan Mak Eni. Karena di balik kesederhanaan mereka, ada cinta dan perjuangan yang begitu besar.


  1. Klik Tombol Donasi Sekarang
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran
  4. Dapatkan Laporan Via Email

 

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Progress

Lentera Pijar Kebaikan

18 June 2026
Santunan Uang Tunai Dan Paket Sembako Untuk Abah Ade Dan Mak Eni

Hallo Circle Baik, 


Alhamdulillah kebaikan kalian telah sampai kepada Abah Ade dan Mak Eni.. 

Abah Ade dan Mak Eni adalah seorang pengamen jalanan, melalui lantunan musiknya ia berharap ada rezeki untuk makan hari itu.. 


Namun sayangnya Mak Eni saat kami temui sedang tidak sehat sehingga mereka hanya bisa berdiam dirumah dan tak ada penghasilan.. 

Alhamdulillah dengan adanya rezeki dari kalian Abah Ade dan Mak Eni seperti menemukan kembali harapan.. 


terimakasih orang baik yang telah membantu, mendukung dan mendoakan semoga kebaikan kalian dibalas oleh Allah berkali-kali lipat, aminn YRA

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

18 June 2026 13:13
Rp 40.000
Amin