"Kadang kalau benjolannya lagi sakit, kepala Emak sampai pusing. Tapi kalau Emak nggak jualan, nanti makan apa..." Di usia 67 tahun, Emak Enung masih berjualan gorengan setiap hari demi bertahan hidup. Dari pagi hingga sore, Emak berkeliling menawarkan dagangannya dengan penghasilan yang tak menentu, sekitar Rp30.000–Rp50.000 per hari. Itu pun masih harus dipotong untuk modal dan kebutuhan sehari-hari.
Di balik usianya yang tak lagi muda, Emak memikul tanggung jawab besar. Ia menjadi satu-satunya yang mencari nafkah sekaligus merawat adiknya yang sakit akibat kecelakaan hingga tak bisa beraktivitas normal. Bersama cucunya, mereka bertiga tinggal di rumah sederhana dan bergantung pada hasil jualan gorengan Emak setiap harinya.
Kondisi kesehatan Emak sendiri semakin mengkhawatirkan. Benjolan di leher yang sudah lama dideritanya sering membuat kepala Emak pusing saat berjualan. Namun karena keterbatasan biaya dan transportasi, Emak belum pernah memeriksakan penyakitnya. Bahkan Emak pernah menjadi korban hipnotis hingga kehilangan uang modal dan uang kebutuhan hidupnya.
Meski hidup serba kekurangan, Emak tetap berusaha kuat. Harapan Emak sederhana: bisa berobat, sembuh dari penyakitnya, dan memiliki warung kecil di rumah agar tak perlu lagi berjualan keliling di usia senjanya.
Sahabat Baik, mari bantu perjuangan Emak Enung. Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, biaya pengobatan, serta membantu Emak memiliki usaha kecil yang lebih layak. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi Emak dan keluarganya. ❤️